Berita

SUTARMAN/NET

Pertahanan

Visi Indonesia: Komjen Sutarman Layak Dipertimbangkan DPR

MINGGU, 29 SEPTEMBER 2013 | 11:50 WIB | LAPORAN:

Keputusan Presiden Yudhoyono mengajukan nama Komjen Sutarman untuk mengikuti fit and proper test calon Kapolri di DPR mendapat sambutan positif dari beberapa kalangan. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Visi Indonesia, termasuk di antaranya.

Sekretaris Direktur Visi Indonesia, Ade Andriansa mengatakan pihaknya menilai Komjen Sutarman sangat layak untuk menduduki orang nomor satu di institusi Bhayangkara lantaran rekam jejak bersangkutan yang panjang pada sejumlah posisi penting di jajaran Mabes Polri.

"Beliau  pernah menjabat sebagai Ajudan Presiden RI keempat KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Kemudian akhir 2004, dia menjabat Kepala Kepolisian Wilayah Kota Besar (Kapolwiltabes) Surabaya," papar Ade, Minggu (29/9).


Komjen Sutarman dipercaya menjadi Kapolda Kepri pada tahun 2005, Kaselapa Lemdiklat Polri 2008, Kapolda Jabar 2010, lalu Kapolda Metro Jaya 2010 dan terakhir menggantikan Komjen Pol Ito Sumardi yang pensiun dari Kabareskrim Mabes Polri sejak 6 Juli 2011. Selain itu, keseriusan Sutarman untuk terus melakukan reformasi birokrasi di tubuh Polri khususnya dimulai dari para patinya, menjadi poin penting tersendiri bagi Visi Indonesia.

"Beliau (Sutarman) menyatakan, reformasi birokrasi itu harus dimulai dari petinggi Polri, karena petinggi wajib memberikan contoh kepada anggotanya. Ketika saya bisa mengubah diri sendiri, saya juga akan bisa mengubah unit saya, dan selanjutnya meluas ke kesatuan," kutip Ade.

Visi Indonesia berharap DPR dapat menerima Komjen Sutarman sebagai calon tunggal Kapolri yang diajukan oleh Presiden SBY. Namun jika kelak terpilih, lanjut Ade, pihaknya pun menaruh harapan Komjen Sutarman dapat fokus dalam mendongkrak citra Polri yang kian terpuruk di mata publik karena berbagai persoalan. Salah satunya melalui cara pembenahan reformasi birokrasi di dalam tubuh polri, pemberantasan korupsi dan meningkatkan rasa aman bagi masyarakat.[wid]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Tak Pandang Bulu, Prabowo Akui Serahkan Dadan ke Kejaksaan

Kamis, 17 September 2026 | 12:29

MGBKI Soroti Isu Pendidikan Dokter Spesialis

Kamis, 17 September 2026 | 12:21

Prabowo Tugaskan Bahlil Bahas RUU Migas, SKK Migas Bisa Bubar!

Kamis, 17 September 2026 | 12:15

MNK Rokan Resmi Jadi Pionir Pengembanga Migas Nonkonvensional Indonesia

Kamis, 17 September 2026 | 12:13

Dasco Pastikan Seluruh Parpol Dilibatkan dalam Pembahasan Lanjutan RUU Pemilu

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

Ternyata Prabowo Suka Evidence-Based

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

SMEC Perluas Akses Layanan Kesehatan Mata

Kamis, 17 September 2026 | 11:50

Berjalan Beriringan, Operasi PLTP Tak Pengaruhi Situs Waruga di Tomohon

Kamis, 17 September 2026 | 11:43

Optimalisasi Sumur Sepinggan V-7: PHKT Genjot Produksi Migas Lampaui Target

Kamis, 17 September 2026 | 11:35

Prabowo Ungkap Bakal Ada Investasi Besar-besaran Masuk RI

Kamis, 17 September 2026 | 11:19

Selengkapnya