Berita

Megawati Soekarnoputri/net

Sementara, Sedikit yang Dukung Megawati Cs Dampingi Jokowi

SABTU, 28 SEPTEMBER 2013 | 14:21 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sejauh ini Jusuf Kalla dinilai sebagai tokoh yang paling pantas berdampingan dengan Joko Widodo dalam pemilihan presiden tahun depan. Sampai berita ini diturunkan, dukungan untuk mantan Wakil Presiden dan mantan Ketua Umum Parta Golkar ini sebesar 18,3 persen.

Di tempat kedua dalam poling Mencari Pendamping Jokowi ini, adalah Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad dengan dukungan sebesar 16,3 persen, dan di tempat ketiga adalah Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan dengan dukungan 10,9 persen.

Tempat keempat dan kelima ditempati Pranowo Subianto (10,4 persen) dan Mahfud MD (9,8 persen).


Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli, mantan Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra, mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menko Perekonomian Hatta Rajasa untuk sementara harus puas di papan tengah dengan dukungan masing-masing 5,6 persen, 4,9 persen, 4,3 persen, dan 4,1 persen.

Adapun tiga trio dari PDI Perjuangan, partai yang membesarkan Jokowi, berada di posisi papan bawah dan terancam tidak akan diikutkan dalam putaran berikutnya. Ketiga trio PDIP itu adalah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (2,6 persen), diikuti putrinya Puan Maharani (1,6 persen) dan Sekjen PDIP Pramono Anung (1,3 persen).

Tokoh-tokoh lain yang juga terancam tergusur karena dukungan yang terlalu minim adalah Ketua Umum Partai Golkar Abrurizal Bakrie, mantan Panglima TNI Djoko Santoso, Menko Polkam Djoko Suyanto, pengusaha media Hary Tanoesoedibjo, dan Ketua Umum Partai Hanura Wiranto.

Poling "Mencari Pendamping Jokowi" ini digelar untuk mencari gambaran sikap publik, khususnya pembaca Rakyat Merdeka Online sejak awal bulan September ini. Poling akan ditutup pada tanggal 30 September untuk selanjutnya diteruskan memasuki putaran kedua. Pada putaran kedua ini semua tokoh di papan bawah terpaksa dieliminasi.

Pemimpin Redaksi Rakyat Merdeka Online Teguh Santosa mengatakan, walau tidak menggunakan metode ilmiah tertentu yang biasa digunakan dalam survei politik, namun poling ini juga dapat digunakan untuk memperkirakan kekuatan mesin politik dan dukungan yang dimiliki seorang tokoh.

"Dunia maya dan media sosial telah menjadi bagian penting dalam praktik politik di tanah air. Sejumlah hal dilakukan di dunia maya untuk memperlihatkan bahwa seseorang tokoh memiliki kualitas tertentu. Kalaupun tidak bisa digunakan untuk mengukur kekuatan ril, paling tidak bisa dipakai untuk membaca kekuatan dan komitmen tim pendukung yang bermain di dunia maya," ujar Teguh yang juga pengajar komunikasi massa di London School of Public Relations (LSPR), Jakarta, ini.

"Dan komitmen tim pendukung adalah salah satu kunci penting yang harus dimiliki dalam kompetisi politik mutakhir," sambungnya.

Namun demikian Teguh juga mengingatkan bahwa survei politik yang paling scientific sekalipun hanya membaca kecenderungan prilaku politik pemilih pada saat survei dilakukan. Yang juga penting dan elementer dilakukan tokoh yang dalam sebuah survei dikatakan mendapat dukungan luas adalah menjaga agar sentimen politik tetap bagus.

"Apalagi bila jarak antara survei dan event pemberian suara masih terbilang panjang," demikian Teguh. [dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

UPDATE

Lurah Cengkareng Barat Dilaporkan ke Polisi Buntut Putusan KIP

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:36

Menteri Pigai Sebut Penyelesaian Konflik Papua Butuh Keputusan Nasional

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:25

Prabowo Diminta Segera Bentuk Satgas Penyelundupan BBL

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:56

Segera Dibentuk Satgas Anti-Kekerasan Pesantren

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:35

Tata Kelola SDA Era Prabowo Disebut Berpihak ke Rakyat

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:10

Ribuan Bobotoh Turun ke Jalan, Purwakarta Berubah Jadi Lautan Biru

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:42

Lonjakan Gila Minyakita Rapor Merah Zulkifli Hasan

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:12

PKS Ingin Cetak Pemimpin Berbasis Iman, Bukan Sekadar Kejar Kursi

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:32

Dalam Lindungan Aktor Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:59

BNI dan Kementerian PKP Sosialisasi Kresit Perumahan di Brebes

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:34

Selengkapnya