Berita

Hukum

Disesalkan KPK Pasang Standar Ganda Sikapi Ocehan Nazaruddin

JUMAT, 27 SEPTEMBER 2013 | 22:41 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Standar ganda yang diterapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) patut disesalkan. KPK sangat antusias menyikapi ocehan Nazaruddin tentang dugaan kejahatan elit politik, tapi tidak merespon ocehan soal adanya tawar-menawar yang terjadi di internal KPK.

Begitu disampaikan Dekan Fakultas Hukum Universitas Pakuan Bogor, Iwan Darmawan, kepada Rakyat Merdeka Online, Jumat (27/9).

Sangat sering, kata dia, KPK menyatakan akan segera menindaklanjuti keterangan Nazaruddin tentang keterlibatan baik bekas rekan sejawatnya di Partai Demokrat dan partai lain, bahkan kalangan birokrat. Tapi, Nazaruddin juga pernah menyampaikan ada 'permainan tawar-menawar' didalam tubuh KPK.


"Kita ingat saat Nazarudin membuka aib pimpinan KPK dan satu Deputinya, kok tidak ada perkembangan penanganannya sampai sekarang?" katanya.

Dengan begitu, katanya, KPK sudah menerapkan standard ganda menyikapi pernyataan Nazarudin. Publik juga bisa mengesankan KPK menari-nari di dalam gendang politik Nazarudin.

"KPK bisa kok menggunakan 'gendang hukum' yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Saya sebagai akademisi sangat menyayangkan jikalau KPK sudah mulai bersikap tidak sama adil menyikapi teriakan tersebut, itu sama saja bahwa KPK sudah terpolitisasi," tuturnya.[dem]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya