Standar ganda yang diterapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) patut disesalkan. KPK sangat antusias menyikapi ocehan Nazaruddin tentang dugaan kejahatan elit politik, tapi tidak merespon ocehan soal adanya tawar-menawar yang terjadi di internal KPK.
Begitu disampaikan Dekan Fakultas Hukum Universitas Pakuan Bogor, Iwan Darmawan, kepada Rakyat Merdeka Online, Jumat (27/9).
Sangat sering, kata dia, KPK menyatakan akan segera menindaklanjuti keterangan Nazaruddin tentang keterlibatan baik bekas rekan sejawatnya di Partai Demokrat dan partai lain, bahkan kalangan birokrat. Tapi, Nazaruddin juga pernah menyampaikan ada 'permainan tawar-menawar' didalam tubuh KPK.
"Kita ingat saat Nazarudin membuka aib pimpinan KPK dan satu Deputinya, kok tidak ada perkembangan penanganannya sampai sekarang?" katanya.
Dengan begitu, katanya, KPK sudah menerapkan standard ganda menyikapi pernyataan Nazarudin. Publik juga bisa mengesankan KPK menari-nari di dalam gendang politik Nazarudin.
"KPK bisa kok menggunakan 'gendang hukum' yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Saya sebagai akademisi sangat menyayangkan jikalau KPK sudah mulai bersikap tidak sama adil menyikapi teriakan tersebut, itu sama saja bahwa KPK sudah terpolitisasi," tuturnya.
[dem]