Berita

Politik

Istana: Hubungan RI-Australia pada Episode Paling Baik

JUMAT, 27 SEPTEMBER 2013 | 21:49 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono  dan Perdana Menteri Australia Tony Abbott akan membahas isu-isu yang selama ini menjadi prioritas bersama sesuai dengan kerangka kemitraan komprehensif Indonesia-Australia, antara lain kerja sama ekonomi dan sosial budaya termasuk people-to-people contacts.

Begitu disampaikan Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah dalam keterangan persnya, Jumat (27/9). Abbott yang dilantik menjadi PM Australia menggantikan Kevid Rudd akan mengunjungi Presiden SBY pada Senin (30/9) pekan depan. Kunjungan ini merupakan kunjungan ke luar negeri pertama PM Abbott sejak dilantik pada 18 September 2013.

"Kedua pemimpin akan bertukar pandangan mengenai isu-isu regional dan global yang menjadi kepentingan bersama, seperti kerja sama di forum East Asia Summit, APEC, G20, dan PBB," terang Faizasyah.


Dia menjelaskan kunjungan PM Tony Abbott ke Indonesia diharapkan akan semakin meningkatkan kerja sama bilateral yang selama ini telah berkembang pesat di bawah naungan kemitraan komprehensif yang disepakati pada tahun 2005. Sekalipun hubungan persahabatan RI-Australia berada pada periode yang sangat baik, ujar Faizasyah, diyakini masih terdapat banyak ruang bagi pengembangan persahabatan dan kerja sama yang saling menguntungkan.

"Ketetapan PM Abbott untuk memulai masa pemerintahannya dengan melakukan lawatan ke Indonesia mencerminkan semangat untuk melanjutkan, dan bahkan memperkuat, kerja sama di antara kedua negara. Sesuatu ketetapan yang Indonesia apresiasi," ujar Faizasyah. [dem]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya