Berita

Politik

Komjen Sutarman Pantas Jadi Kapolri

JUMAT, 27 SEPTEMBER 2013 | 18:05 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pengajuan Kabareskrim Polri Komjen Sutarman sebagai calon tunggal Kapolri menggantikan Timur Pradopo oleh Presiden SBY perlu dihormati.

Adalah hak prerogatif presiden untuk mengajukan siapa saja sebagai calon Kapolri ke DPR, termasuk nama Sutarman yang memang jadi favorit internal Mabes karena ketegasannya dalam melindungi korps Bhayangkara saat "Cicak Buaya II" terjadi.

"Bagus dalam arti menjaga kewibawaan lembaga Polri. Semoga ketegasan beliau juga untuk melaksanakan pembenahan internal sehingga memampukan penanganan tugas ke negara dan masyarakat," ujar anggota Komisi III DPR Eva Kusuma Sundari kepada Rakyat Merdeka Online, Jumat (27/9).


Namun, menurut Eva, demi kebaikan dalam pemilihan pejabat tidak hanya cukup dengan menjawab siapa yang ditunjuk tetapi mengapa orang itu dipilih untuk memangku jabatan.

"Dalam arti perubahan-perubahan apa yang akan diciptakan dalam kepemimpinan beliau. Baik itu logika input, output, maupun outcome, sehingga penunjukkan akan akuntabel," kata politisi PDI Perjuangan itu.

Eva menjelaskan, tantangan bagi kapolri ke depan adalah meningkatkan akuntabilitas internal lembaga Polri yang antara lain reformasi kultur sehingga tidak korup, transparansi, dan profesional. Sehingga diharapkan mampu menjalankan tupoksi sebagaimana amanat Undang-Undang Polri.

"Tetapi yang terpenting adalah menunjukkan netralitas selama pemilu, mengingat Polri saat 2009 menunjukkan keberpihakan mereka kepada kekuasaan dan istana," ungkapnya.

Lebih jauh, Eva memastikan, Komisi III belum tentu akan langsung menyetujui keputusan Presiden Yudhoyono menunjuk Komjen Sutarman sebagai kapolri yang baru.

"Soal persetujuan, kita akan rapat internal. Baik PDIP maupun dengan fraksi-fraksi lain di Komisi III," tegasnya.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

UPDATE

Lurah Cengkareng Barat Dilaporkan ke Polisi Buntut Putusan KIP

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:36

Menteri Pigai Sebut Penyelesaian Konflik Papua Butuh Keputusan Nasional

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:25

Prabowo Diminta Segera Bentuk Satgas Penyelundupan BBL

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:56

Segera Dibentuk Satgas Anti-Kekerasan Pesantren

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:35

Tata Kelola SDA Era Prabowo Disebut Berpihak ke Rakyat

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:10

Ribuan Bobotoh Turun ke Jalan, Purwakarta Berubah Jadi Lautan Biru

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:42

Lonjakan Gila Minyakita Rapor Merah Zulkifli Hasan

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:12

PKS Ingin Cetak Pemimpin Berbasis Iman, Bukan Sekadar Kejar Kursi

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:32

Dalam Lindungan Aktor Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:59

BNI dan Kementerian PKP Sosialisasi Kresit Perumahan di Brebes

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:34

Selengkapnya