Berita

Politik

Bakorkamla Siagakan Kapal Induk Amankan KTT APEC

KAMIS, 26 SEPTEMBER 2013 | 17:18 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) siap turut serta mengamankan pelaksanaan KTT APEC di Bali, Oktober 2013 mendatang. Pada 29 September 2013 mendatang, kapal patroli cepat milik Bakorkamla, KN Singa Laut 4802, akan dikirim ke perairan Laut Lombok dalam rangka pengamanan laut sekitar lokasi KTT.

"Kami selalu siap turut menjaga keamanan laut. Apalagi menjelang KTT APEC, kapal patroli akan digunakan untuk pengamanan perairan," kata Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Bakorkamla Laksdya TNI Bambang Suwarto saat meninjau kesiapan kapal di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (26/9).

KN Singa Laut 4802 memiliki spesifikasi panjang 48 meter, lebar 7,8 meter, 35 ABK, persenjataan 20 dan 12,7 mm, serta dapat melaju dengan kecepatan maksimum 23 knots. Kapal yang diresmikan penggunaannya awal September 2013 itu buatan dalam negeri. Selain KN Singa Laut, Bakorkamla juga punya kapal serupa, yakni KN Bintang Laut 4801.


Kapal Patroli KN Bintang Laut dan KN Singa Laut mulai dibuat pada Mei 2012. Angka 4801 dan 4802 untuk menunjukkan panjang kapal yakni 48 meter. Sementara angka 01 dan 02 menunjukkan seri jumlah kapal. Kedua kapal ini merupakan kapal induk karena dilengkapi fasilitas informasi dan komunikasi yang modern dan terintegrasi ke salah satu radar Bakorkamla dari Aceh sampai Merauke.

Dalam peninjauan akhir, Kalahar Bakorkamla didampingi Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil) Laksda TNI S.M. Darojatim dan sejumlah Deputi Kemenkopolhukam. [dem]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya