Berita

Resmi, Rapat Bodong di Cempaka Mas Tidak Sah

SENIN, 23 SEPTEMBER 2013 | 19:10 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Rapat yang digelar sekelompok penghuni rumah susun Graha Cempaka Mas (GCM) dipastikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama tidak sah. Selain tak memenuhi prosedur yang ada, rapat itu pun ternyata bodong dimana kuorum yang dibutuhkan untuk menggelar rapat warga tidak terpenuhi.

"Jumlah peserta tidak memenuhi kuorum, maka tidak bisa disahkan Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta sebagai pembina yang menangani masalah ini," ujar Ahok, panggilan akrab Basuki, di Balaikota, Senin siang (23/9).

Ahok juga mengingatkan agar kelompok warga yang menamakan diri Forum Komunikasi Warga GCM tidak memaksakan kehendak.


"Kalau begitu caranya, pendukung Pak Foke bisa juga melengserkan saya dari jabatan Wakil Gubernur DKI," ujar Ahok lagi dalam keterangan yang diterima barusan.

Pada bagian lain dia juga mengatakan bahwa kekisruhan antara kelompok Pengurus Perhimpunan Penghuni Rumah Susun GCM dan FKW GCM harus diselesaikan. Dia menyebut kekisruhan ini sebagai perebutan kekuasaan yang merugikan warga penghuni.

Ahok juga mengingatkan pengikut FKW GCM tidak terprovokasi oleh manuver orang luar.

"Banyak kasus pengelolaan apartemen diambil alih warga, tapi malahan bangkrut. Areal parkir disewakan menjadi kost untuk menutupi biaya operasional. Ini tidak bisa dibiarkan dan warga mesti melihat persoalan ini secara jernih," kata dia.

Sementara Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan DKI Jakarta, Jonathan Pasodungan menegaskan pihaknya memang tidak  hadir dalam rapat yang digelar organisasi yang dibentuk Saurip Kadi Jumat malam (20/9). [dem]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya