Peranti saji adalah elemen kerajinan yang dapat dikembangkan dan dijadikan bagian dari gaya hidup modern. Dibutuhkan motivasi dan inspirasi kepada seluruh perajin di Indonesia untuk terus mengembangkan produk peranti saji yang inovatif dan memenuhi kualifikasi food grade agar mudah menembus pasar internasional.
"Persaingan dengan produk negara lain akan semakin meningkat ke depannya. Untuk itu diperlukan peningkatan inovasi, kualitas, serta kerjasama yang semakin erat antara perajin, pemasar, dan pemerintah baik pusat maupun derah sebagai mitra kerja Dekranas," ujar Ketua Panitia Pameran Peranti Saji Indonesia, Okke Hatta Rajasa, mengutip pesan Ibu Negara Ani Yudohono saat memberikan sambutan dalam acara penutupan Pameran Peranti Saji Indonesia Saji di Jakarta Convention Center, Minggu (22/9).
Dekranas atau Dewan Kerajinan Nasional merupakan wadah berhimpunnya segenap pemangku kepentingan seni kerajinan di Indonesia. Tujuan didirikan Dekranas antara lain menggali, melestarikan, dan mengembangkan warisan budaya bangsa serta membina penemuan dan penggunaan teknologi baru untuk meningkatkan kualitas dalam rangka memperkokoh jati diri budaya bangsa. Kebaradaan Dekranas juga untuk memperjuangkan kepentingan perajin dan peminat dengan mendorong semangat kewirausahaan dengan melakukan pembinaan dan pengembangan industri kerajinan serta mempromosikan produk hasil kerajinan dalam rangka perluasan pangsa pasar di dalam dan di luar negeri.
Okke Hatta Rajasa yang secara resmi menutup acara menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi atas kesuksesan Pameran Peranti Saji Indonesia. Tak kurang dari 9 ribu pengunjung mendatangi pameran yang diselenggarakan 4 hari sejak tanggal 19 September 2013 lalu itu. Menurut istri Menko Perekonomian Hatta Rajasa itu, pameran telah berlangsung dengan sukses dan telah mencapai tujuan-tujuannya seperti memperkenalkan produk-produk peranti saji dari berbagai daerah di tanah air, baik yang ditampilkan dalam bentuk asli maupun yang diberi sentuhan kontemporer.
Di hari terakhir penyelenggaraan, kegiatan edukatif berupa workshop mengemas Hantaran Tradisional Dari Berbagai Daerah di Nusantara berlangsung siang tadi dan menarik perhatian pengunjung Pameran. Hantaran Tradisional menjadi bagian dari budaya banyak suku bangsa di tanah air, bahkan menjadi bagian tak terpisahkan dari beraneka ragam tata upacara perkawinan secara adat. Acara ini diselenggarakan agar tradisi baik tersebut dapat terus dipelihara dan dikembangkan.
Dalam acara penutupan, Triesna Jero Wacik, selaku Ketua Bidang Acara HUT Ke-33 Dekarnas mengumumkan hasil lomba tata saji meja yang diikuti oleh 10 Dekarnas provinsi. Lomba ini dimenangkan Dekarnas Jambi sebagai juara 1, Dekarans NTT sebagai juara 2, Dekarnas NTB sebagai juara 3, dan Dekarnas Papua sebagai juara favorit.
[dem]