Berita

Politik

PILPRES 2014

Forum Rektor Siapkan Konvensi Tandingan

MINGGU, 22 SEPTEMBER 2013 | 13:51 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Indonesia tidak membutuhkan pemimpin yang lahir dari rahim praktik nepotisme dan dibesarkan oleh operasi membangun citra. Nepotisme dan permainan citra inilah yang sesungguhnya membajak demokrasi yang sejatinya berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

Di tengah berbagai krisis dan ancaman di depan mata, Indonesia membutuhkan figur pemimpin yang orisinil. Pemimpin seperti ini memiliki visi kebangsaan yang kuat, dan tidak mengandalkan pesona yang dibangun operasi pencitraan. Juga tidak muncul ke permukaan karena dipaksakan.

Begitu antara lain pokok pikiran Rektor Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Prof. Laode M Kamaludin, usai mengikuti kuliah umum dalam rangka penerimaan mahasiswa baru 2013/2014, di Unissula, Semarang, kemarin (Sabtu, 21/9). Kuliah Umum yang menghadirkan ekonom senior Rizal Ramli itu mengambil tema Indonesia di Persimpangan Jalan: Membangun Perekonomian Indonesia di Era Asia.


Aula di lantai tiga yang jadi tempat kuliah umum dijejali lebih dari 1.200 mahasiswa baru. Di luar aula, puluhan lain mahasiswa duduk lesehan memenuhi lorong-lorong. Maklum, aula tidak mampu menampung audiens yang meluber dan tampak antusias mengikuti kuliah umum tersebut.

Prof. Laode yang juga Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) juga kembali menyampaikan keinginan FRI menggelar Konvensi Rakyat untuk memberikan kesempatan kepada rakyat ikut mencari calon pemimpin yang mumpuni.

“Melalui Konvensi Capres Pilihan Rakyat, Forum Rektor mendorong mahasiswa dan media untuk ikut membantu mencegah hal itu (kehadiran pemimpin nepotis dan produk pencitraan). Rakyat merindukan pemimpin yang bisa menyelesaikan masalah," ujarnya.

"Forum Rektor menyeleksi putra-putri terbaik yang belum mendapat kesempatan. Karena selama ini kriteria pemimpin ditentukan oleh popularitas, elektabilitas dan uang,” demikian Prof. Laode. [dem]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya