Anggota kelompok militan menewaskan 18 tentara dan delapan polisi di selatan Yaman, Jumat pagi kemarin (20/9).
Menurut pejabat pertahanan Yaman, serangan yang terjadi di Provinsi Shabwa itu menggunakan bom mobil dan artileri berat.
Sejauh ini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Namun Kementrian Pertahanan di Shabwa menduga kuat serangan dilakukan kelompok Al Qaeda.
"Walaupun tidak ada yang mengklaim bertanggung jawab, namun perencanaan waktu serangan dan senjata yang digunakan dalam serangan Shabwa memperlihatkan indikasi kuat bahwa Ala Qaeda ada di belakang serangan ini," ujar pejabat Kementerian Pertahanan yang tidak ingin namanya disebutkan karena tidak memiliki otoritas menyampaikan hal ini.
Serangan terjadi di tiga titik yang berbeda dalam waktu satu jam. Serangan ini kelihatannya merupakan balas dendam atas serangan drone yang dilakukan Amerika Serikat di kawasan itu akhir-akhir ini.
Sebanyak 12 tentara tewas dalam serangan di kantung militer Rothom, dan enam tentara tewas di Mayfah. Kolonel Nasser Tahih yang merupakan komandan militer termasuk yang tewas dalam serangan ini.
Sementara serangan di kantung polisi di Azzan membunuh delapan polisi. Azzan diduga menjadi salah satu basis utama Al Qaeda di Yaman. Selain membunuh polisi, anggota Al Qaeda juga menjarah markas polisi di Azzan. Begitu dilaporkan
CNN.
[dem]