Berita

Politik

Jokowi Diyakini Akan Didampingi Trah Soekarno

JUMAT, 20 SEPTEMBER 2013 | 16:59 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Dengan latar belakang identitas yang menyejarah terkait  Bung Karno, dapat dipastikan PDIP atau Koalisi PDIP  akan mengusung salah seorang tokoh PDIP trah Soekarno, sebagai bakal capres atau sebagai bakal cawapres.

"Bila PDIP atau Koalisi PDIP memutuskan pencapresan Jokowi yang trend elektabilitasnya terus menanjak, diprediksi, Muhammad Prananda Prabowo  atau Puan Maharani atau akan diusung sebagai Cawapres," kata Direktur Seven Strategic Studies (7SS), Mulyana W Kusumah, dalam keterangannya kepada redaksi, Jumat (20/9).

PDIP  yang berkembang  di bawah kepemimpinan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri diyakini tidak akan meninggalkan kaitan historisnya dengan Bung Karno. Hal ini akan menjadi faktor utama penentuan bakal capres/cawapres yang diusung PDIP.


Selain menduetkan Jokowi dengan Prananda atau Puan, terbuka pula kemungkinan Megawati Soekarnoputri sebagai capres dan Jokowi sebagai cawapres PDIP.

Menurut Mulyana, jika Jokowi ditetapkan sebagai capres PDIP atau koalisi PDIP, sangat tipis kemungkinan tokoh nasional lain di luar trah Bung Karno, apalagi yang bukan dari internal PDIP,  untuk menjadi cawapres sebagaimana yang banyak dispekulasikan akhir-akhir ini.

"PDIP tak akan sebesar sekarang tanpa peranan Bu Mega dan Alm Taufiq Kiemas, pasangan putri dan menantu Bung Karno. Sekarang Puan menjadi Ketua Fraksi PDIP, sedangkan Prananda dikenal luas sebagai konseptor PDIP dan penjaga kesinambungan ideologis Bung Karno," kata pengamat politik dari FISIP Universitas Indonesia (UI) itu.

Mulyana mengakui, trah Soekarno adalah juga sebagai pemersatu di PDIP. Hal yang sama juga terjadi dalam tubuh Partai Kongres di India, bagaimana keluarga Gandhi menjadi sentral pemersatu. Ini fakta sejarah yang tak bisa dielakkan. [dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Safari Politik Jokowi Tak Pengaruhi Elektabilitas PDIP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:14

Seruan Reformasi Jilid II Bukan Aspirasi Mahasiswa

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:00

Safari Politik Jokowi cuma Demi Gibran dan Kaesang

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:41

Empat Nyawa Sudah Cukup, Setop Latsarmil SPPI

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:23

Sarasehan KPPG: Keterwakilan Perempuan 30 Persen Bukan Sekadar Kuota

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:06

Edi Hasibuan: Masyarakat Mulai Merasakan Perubahan Polri

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:03

Universitas Bakrie Tiga Besar dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:42

Pakai Dump Truk, Polisi Kawal Massa Pendukung MBG di Tuban

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:24

Jubir FAM UBK: Ada Aktor Intelektual Sengaja Rusak Citra Kampus dan Wapres

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:22

DPR Usul Kemenukbangga Jadi Penyalur BLT

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:03

Selengkapnya