Berita

Politik

Capres Dukungan Koalisi Demokrat Bakal Jadi Pesaing Tangguh

JUMAT, 20 SEPTEMBER 2013 | 16:19 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pemilihan Presiden 9 Juli 2014 diprediksi akan menjadi kontestasi ketat pasangan calon presiden/wakil presiden yang diusung koalisi partai politik yang memenuhi syarat Parliamentary Threshold, dengan sentral koalisi Partai Demokrat dan PDI Perjuangan serta kemungkinan Partai Golkar.

"Sungguh pun tidak mudah bagi  Partai Demokrat meraih suara yang mendekati atau tidak jauh dari persyaratan  Presidential Threshold 20 persen kursi DPR atau 25 persen perolehan suara pemilu legislatif, namun pasangan capres/cawapres yang diusung oleh koalisi Partai Demokrat akan menjadi pesaing tangguh bagi pasangan kandidat capres/cawapres dari koalisi partai politik manapun," kata Direktur Seven Strategic Studies (7SS), Mulyana W Kusumah
kepada Rakyat Merdeka Online, kemarin.

Sejauh ini sudah lebih dari 32 tokoh nasional yang diwacanakan atau sudah mewacanakan diri akan maju baik sebagai capres/cawapres namun untuk bisa masuk ke area kontestasi pilpres tetap ditentukan oleh dukungan elektoral  parpol, atau gabungan parpol peserta pemilu. Dengan demikian, menurut Mulyana, maksimal hanya ada empat pasangan capres/cawapres yang akan berkompetisi dalam Pilpres 2014.

Sejauh ini sudah lebih dari 32 tokoh nasional yang diwacanakan atau sudah mewacanakan diri akan maju baik sebagai capres/cawapres namun untuk bisa masuk ke area kontestasi pilpres tetap ditentukan oleh dukungan elektoral  parpol, atau gabungan parpol peserta pemilu. Dengan demikian, menurut Mulyana, maksimal hanya ada empat pasangan capres/cawapres yang akan berkompetisi dalam Pilpres 2014.

Menurut mantan Komisioner KPU pusat ini, tingkat elektabilitas bakal capres/cawapres akan bergerak dinamis dalam enam bulan ke depan. Demikian pula halnya dengan elektabilitas para tokoh nasional peserta Konvensi Partai Demokrat. Elektabilitas tokoh peserta Konvensi Partai Demokrat yang memiliki kapasitas dan eligibilitas (kelayakan) yang tinggi, seperti antara lain Jenderal TNI ( Purn ) Pramono Edhie Wibowo dan Dahlan Iskan, akan cenderung menunjukkan peningkatan mendekati saat pemilu legislatif.

"Para  pengambil keputusan strategis di pusat kekuasaan parpol-parpol peserta pemilu tentu  cerdas untuk tidak mengunderestimate hasil Konvensi Partai Demokrat, dan perlu  mengantipasi  kemungkinan-kemungkinan  hasil pemilu legislatif yang dicapai  serta prospek bakal capres/cawapres Partai Demokrat," demikian Mulyana. [dem]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya