Berita

SAURIP KADI/NET

Saurip Kadi Merasa Diadu Domba dengan Ahok

KAMIS, 19 SEPTEMBER 2013 | 23:11 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Keterlibatan Mayor Jenderal (purn) Saurip Kadi dalam kekisruhan di kalangan penghuni rumah susun Graha Cempaka Mas (GCM), sampai ia mendirikan Forum Komunikasi Warga GCM dan akan menggelar Rapat Umum Luar Biasa (RUBL) bukan atas kemauan sendiri. Tetapi karena ia dimintai tolong oleh warga yang merasa dizalimi pihak pengelola rusun dan Perhimpunan Pengurus Rumah Susun (PPRS).

Saurip Kadi, menurut penjelasan Ketua RW 08 Hery Wijaya tidak terdaftar sebagai warga di rusun itu.

Tetapi, menurut Saurip Kadi dalam pembicaraan dengan redaksi beberapa hari lalu, hal itu bukan halangan bagi dirinya untuk membantu warga.


"Republik ini tidak melarang seseorang untuk berserikat dan berhimpun," ujarnya.

"Pas saya datang, masuk gerbang, saya dihadang warga, dimintai tolong supaya jangan diam saja. Ya saya tergerak. Stelah saya dalami masalahnya ke warga, ketemulah masalah-masalah pelanggaran yang dilakukan PT Duta Pertiwi (pengembang GCM)," jelas Saurip Kadi.

Mantan Asisten Teritorial Kepala Staf TNI AD ini pun membentuk FKWGCM, dan memfasilitasi pembicaraan antara warga dan pihak pengembang. Ia juga terlibat aktif memfasilitasi masalah ini dengan pihak Pemprov DKI Jakarta.

"Dari pembicaraan dengan Pemda, ada kesepakatan agar kenaikan (tarif listrik, air, dan service charge) ditunda. Tapi tetap saja kesepakatan itu tidak dilaksanakan oleh pihak pengembang. Malah saya diadu domba dengan Ahok (Wagub DKI Jakarta Basuki T. Purnama)," kata dia lagi.

Keributan di arena Rapat Umum Tahunan (RUTA) tanggal 30 Agustus lalu, menurut Saurip Kadi terjadi karena ada pihak yang mengaku warga tetapi tidak bisa memberikan bukti berupa sertifikat kepemilikan.

"Mereka bilang pemilik si A lagi di Amerika, si B lagi di Surabaya. Warga marah, akhirnya mereka ngacir. Eh di media mereka bilang bahwa rapat sudah dibuka tapi digagalkan," ujarnya lagi. [dem]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya