Berita

ilustrasi/net

KISRUH RUSUN GCM

Sanusi: Serahkan Bukti Intimidasi ke Kantor Polisi

KAMIS, 19 SEPTEMBER 2013 | 22:28 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Penghuni rumah susun Graha Cempaka Mas (GCM) disarankan menyerahkan kasus intimidasi yang dilakukan kelompok bentukan Jenderal (purn) Saurip Kadi pada Rapat Umum Tahunan (RUTA) tanggal 30 Agustus lalu ke kantor polisi.

Saran ini disampaikan anggota Komisi D DPRD DKI, M Sanusi, menyikapi kekisruhan yang terjadi di rusun GCM dalam keterangan yang diterima redaksi.

Intimidasi yang dilakukan Forum Komunikasi Warga Graha Cempaka Mas (FKWGCM) itu membuat RUTA gagal dilaksanakan. Besok (Jumat, 20/9) giliran kelompok FKWGCM yang akan menggelar Rapat Umum Luar Biasa (RULB) untuk mengganti Perhimpunan Pengurus Rumah Susun (PPRS), organisasi penghuni yang sah.


Ketua Fraksi Partai Gerindra di DPRD DKI Jakarta itu menyesalkan manuver yang dilakukan kelompok Saurip Kadi ini karena dianggap telah menimbulkan keresahan di kalangan penghuni.

"Laporkan ke polisi disertai bukti pengakuan warga yang diintimidasi. Lebih bagus lagi kalau ada rekaman CCTV untuk menguatkan adanya intimidasi tersebut sehingga Ruta tidak bisa terlaksana karena adanya tindakan tersebut," ujar Sanusi.

Adapun pengamat perumahan Ali Tranghada mengingatkan Dinas Perumahan agar konsisten berperan sebagai mediator dan tidak berpihak kepada salah satu kelompok.

"RULB ini tidak memiliki payung hukum dan dibentuk tidak berdasarkan undang-undang. Karena itu Dinas Perumahan tidak boleh hadir di acara tersebut,’’ kata dia mewanti-wanti agar Dinas Perumahan tidak terjebak dalam satu kepentingan.

Dinas Perumahan juga diingatkan agar tidak mengambil tindakan yang berseberangan dengan sikap yang sudah disampaikan Wakil Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama.

"Mereka hanya boleh mendengar keluhan warga. Kalau sampai hadir di RULB sama saja dengan mengakui keberadaan FKWGCM sebagai pengurus yang sah. Itu nggak boleh dong. Itu melanggar UU," demikian Ali. [dem]  

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

UPDATE

Lurah Cengkareng Barat Dilaporkan ke Polisi Buntut Putusan KIP

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:36

Menteri Pigai Sebut Penyelesaian Konflik Papua Butuh Keputusan Nasional

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:25

Prabowo Diminta Segera Bentuk Satgas Penyelundupan BBL

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:56

Segera Dibentuk Satgas Anti-Kekerasan Pesantren

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:35

Tata Kelola SDA Era Prabowo Disebut Berpihak ke Rakyat

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:10

Ribuan Bobotoh Turun ke Jalan, Purwakarta Berubah Jadi Lautan Biru

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:42

Lonjakan Gila Minyakita Rapor Merah Zulkifli Hasan

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:12

PKS Ingin Cetak Pemimpin Berbasis Iman, Bukan Sekadar Kejar Kursi

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:32

Dalam Lindungan Aktor Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:59

BNI dan Kementerian PKP Sosialisasi Kresit Perumahan di Brebes

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:34

Selengkapnya