Berita

as hikam/net

Tidak Sulit Memahami Alasan di Balik Pencopotan Pasek dan Saan

RABU, 18 SEPTEMBER 2013 | 20:55 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pengamat politik AS Hikam menilai pencopotan Gede Pasek Suardika sebagai Ketua Komisi III DPR RI sebagai sanksi tegas dan cepat dari DPP Partai Demokrat karena dia dinilai mbalelo, bergabung dengan ormas baru Perhimpunan Pergerakan Indonesia besutan Anas Urbaningrum.

Alasan yang sama, juga berlaku atas pemecatan Saan Mustopa dari jabatan sebagai Sekretaris Fraksi Partai Demokrat.

"Tentu saja sanksi seperti ini tak sulit untuk dipahami rasionalisasinya. Bahwa Gede Pasek dan Saan terang-terangan memamerkan loyalitas pribadi mereka kepada Anas ketimbang kepada boss Partai Demokrat," kata AS Hikam dalam komentar di halaman Facebook-nya hari ini (Rabu, 18/9).


Justru, kata Doktor Ilmu Politik dari University of Hawaii at Manoa (UHM) itu, jadi aneh dan tidak berwibawa jika Pasek dan Saan yang merupakan pentolan pendukung Anas tetap dibiarkan bercokol di posisi strategis di DPR mewakili Partai Demokrat.

Argumen Pasek bahwa tidak ada larangan untuk masuk ormas lain secara legal masuk akal. Tetapi, hemat Hikam, secara politis aksi Pasek itu ibarat menggali kapak perang terhadap kubu anti Anas.

"Bagi Gede Pasek dan kawan-kawan, sikap konsisten dan loyal terhadap Anas tentu adalah hal yang terpuji dan terhormat. Dan resiko dicopot dari posisi-posisi tersebut barangkali juga sudah mereka perhitungkan sedari awal," demikian Hikam.[dem]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya