Berita

ilustrasi/net

Politik

Duplikasi Filipina, Dirikan BUMN PJBMI-PJTKI!

RABU, 18 SEPTEMBER 2013 | 20:01 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pemerintah hendaknya menduplikasi metoda Filipina dalam mengurus buruh migran. Fakta membuktikan, keseluruhan biaya yang dikenakan kepada migran Filipina hanya 10% dari migran Indonesia.

"Maka tak usah debat panjang, duplikasi saja metoda Filipina. Inilah langkah paling ringkas agar negara jangan lagi mengeksploitasi rakyat demi kemakmuran para pejabat," kata Ketua Migran Center, Sihol Manullang, dalam diskusi di Indemo, Jakarta, Rabu (18/9).

Indonesia Democracy Monitor (Indemo), adalah kelompok yang dimotori Hariman Siregar, dedengkot pergerakan mahasiswa 1974, sementara Migran Center didirikan oleh Barusan Relawan Jokowi Presiden 2014 (Bara JP atau Relawan Jokowi).


Selama ini, kata Sihol, migran dieksploitasi. Supaya bisa menjadi migran, seseorang harus teken dulu potong gaji 9 sampai 10 bulan sebagai fee untuk agency. Padahal, pembeli jasa di luar sudah membayar agency fee tersebut. Makanya, kata dia, hal itu hanya menjadi upeti resmi untuk pejabat.

Untuk itu dia mendesak pemerintah harus segera mendirikan BUMN Perusahaan Jasa BMI (PJBMI) atau Perusahaan Jasa TKI (PJTKI). BUMN langsung bekerja sama dengan desa di seluruh Indonesia, di mana pemerintah memberi subsidi melalui pengurusan dokumen gratis. Kalau pun ada potongan bagi migran, jangan lebih dari sebulan gaji.

Migran Center berpendapat, KPK perlu menempatkan petugas dalam pengurusan dokumen. Jangan hanya bekerja sama dengan Pemda DKI, KPK seharusnya juga membantu migran, dengan menempatkan petugas mengawasi proses dokumen.

"Supaya KTKLN (Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri) yang katanya gratis, nyatanya memang gratis. Jangan seperti sekarang, katanya saja, nyatanya lain. Juga dokumen lain dan pelatihan yang menjadi objek bisnis PJTKI dan pejabat," kata Sihol. [dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Safari Politik Jokowi Tak Pengaruhi Elektabilitas PDIP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:14

Seruan Reformasi Jilid II Bukan Aspirasi Mahasiswa

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:00

Safari Politik Jokowi cuma Demi Gibran dan Kaesang

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:41

Empat Nyawa Sudah Cukup, Setop Latsarmil SPPI

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:23

Sarasehan KPPG: Keterwakilan Perempuan 30 Persen Bukan Sekadar Kuota

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:06

Edi Hasibuan: Masyarakat Mulai Merasakan Perubahan Polri

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:03

Universitas Bakrie Tiga Besar dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:42

Pakai Dump Truk, Polisi Kawal Massa Pendukung MBG di Tuban

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:24

Jubir FAM UBK: Ada Aktor Intelektual Sengaja Rusak Citra Kampus dan Wapres

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:22

DPR Usul Kemenukbangga Jadi Penyalur BLT

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:03

Selengkapnya