Berita

aaron alexis/nyt

Dunia

TRAGEDI WASHINGTON DC

Jejak Gangguan Jiwa Aaron Alexis Sudah Terbaca

RABU, 18 SEPTEMBER 2013 | 10:59 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Aaron Alexis kelihatannya memiliki gangguan jiwa yang akut. Pria berusia 34 tahun dari Queens, New York, ini adalah bekas tentara cadangan Angkatan Laut Amerika Serikat. Hari Senin lalu (16/9), Alexis melepaskan tembakan membabi buta di kantor AL di Washington DC. Sebanyak 12 orang tewas dalam aksi tunggal itu. Alexis tewas tak lama kemudian dalam baku tembak dengan polisi dan anggota FBI yang mengepungnya.

Jejak gangguan kejiwaan yang dialami Alexis dilaporkan terlihat dari laporan polisi Rhode Island. Disebutkan bahwa sebulan yang lalu Alexis membuat laporan yang mengatakan dirinya diganggu oleh seseorang yang mengirimkan getaran dan suara-suara aneh melalui dinding, lantai dan langit-langit kamar tempatnya menginap.

Untuk menghindari dari gangguan itu, kepada polisi Aaron Alexis mengaku sudah tiga kali pindah hotel. Kepada polisi yang mendatanginya di salah satu hotel pada 7 Agustus 2013, Aaron Alexis mengatakan dirinya sempat bertengkar dengan seseorang di bandara Virginia.


Orang ini kemudian mengirimkan tiga orang untuk menangkapnya. Nah, tiga orang inilah yang menurut Aaron Alexis mengganggunya dengan mengirimkan getaran dan suara-suara tak jelas.

Saat itu kepada polisi Rhode Islands, Aaron Alexis mengatakan dirinya adalah tenaga kontrak di dinas AL. Aaron Alexis juga mengakui bahwa dirinya sedang dalam perawatan kejiwaan.

Kemarin Presiden Barack Obama memerintahkan kantor keuangan Gedung Putih mereview kebijakan terhadap tenaga kontrak di seluruh lembaga pemerintah.

Dalam wawancara dengan Noticias Telemundo, Obama mengakui Amerika Serikat tidak memiliki sistem yang cukup kuat untuk memeriksa latar belakang seseorang.

Dia berharap Kongres menyusun undang-undang yang menjauhkan senjata dari penderita gangguan kejiwaan. [dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Iran Tak Terima Dituding Langgar Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:21

Riak Penolakan Jokowi di Lampung, Baliho Sambutan Raib

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:01

Ramai di Medsos, Purbaya Respons Pajak Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:59

Ajukan Kasasi, Kerry Riza Anggap Putusan PT DKI Janggal

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:46

Harga Minyak Anjlok ke Level 71 Dolar AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:39

bank bjb Perluas Kolaborasi dengan Whuush Ojol, Kadin Jabar dan MUJ

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:38

AS Serang Target Militer Iran, Balas Serangan Drone terhadap Kapal Kargo di Selat Hormuz

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:21

Emas Antam Naik Usai Mandek Dua Hari Beruntun

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:09

Trump Sebut Iran Lakukan Pelanggaran Bodoh Terkait Pelanggaran Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:51

Emas Rebound 1,3 Persen usai Data Inflasi AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:33

Selengkapnya