Kemenangan pasangan Bima Arya-Usmar Hariman dalam pemilukada Kota Bogor seperti ditunjukkan hasil hitung cepat tidak mengagetkan. Sejak awal pasangan nomor urut 2 itu diyakini bakal mengalahkan tiga kandidat lainnya termasuk pasangan Achmad Ru'yat-Aim Halim yang didukung Walikota Bogor Diani Budiarto.
"Kemenangan Bima-Usmar adalah gambaran kualitas dari masyarakat Bogor dalam memberikan suaranya. Bima-Umar memang patut mendapatkan kepercayaan itu," ujar pengajar di Fakultas Hukum Universitas Pakuan, Dina Lara Butar-butar, kepada Rakyat Merdeka Online, Senin (17/9) malam.
Bima-Umar, katanya, pantas menjadi pilihan terbanyak masyarakat Kota Bogor. Ibu seorang putri itu menguatkan analisanya bahwa di lingkungan kerja, tetangga serta teman-temannya di Bogor sedari awal pencalonan sudah melirik pasangan Bima-Umar ketimbang pasangan calon lainnya.
"Bima-Usmar yang paling sering disebut-sebut. Dari itulah saya berkeyakinan mereka bakal menang. Saya juga melihat korelasinya dengan kejenuhan masyarakat untuk mendapatkan pemimpin yang mudà dan cerdas," katanya.
Bahkan, katanya, kemenangan pasangan yang mengusung tagline 'Bisa' itu juga sudah diprediksi banyak lembaga survei dan pengamat.
"Jadi semuanya pas, tidak melenceng analisa banyak komponen publik itu," pungkasnya.
[dem]