Berita

bima-usmar/net

Nusantara

PILWALKOT BOGOR

Bima Arya: Ada Anggota DPRD Paksa Buka Kotak Suara

SELASA, 17 SEPTEMBER 2013 | 17:29 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Calon Walikota Bogor Bima Arya menduga kuat telah terjadi kecurangan dalam proses penghitungan suara pemilihan Walikota Bogor yang digelar Sabtu (14/9) lalu.

Kecurangan antara lain terjadi saat penghitungan suara di tingkat TPS.

"Pada malam pertama saja saya sudah mendapat laporan bahwa diduga ada anggota DPRD Kota Bogor memaksa datang ke PPS dan membuka kotak suara," kata dia saat dihubungi wartawan, Selasa (17/9).


Kecurangan, sambung kandidat Pilwalkot nomor urut 2 yang berpasangan dengan Usmar Hariman itu, terjadi secara nyata di TPS. Kecurangan lainnya, katanya, juga terjadi dengan jual beli suara yang dilakukan oleh pesaingnya.

"Ada laporan salah satu partai mau membeli suara di TPS-TPS yang kebetulan saksi kami tidak hadir," tegas dia.

Pemilihan Walikota Bogor diikuti lima pasangan calon, yakni Firman Halim-Gartono, Bima Arya-Usmar Hariman, Achmad Ru'yat-Aim Halim Hermana, Dody Rosadi-Untung W Maryono dan Syaiful Anwar-Muztahidin Al Ayubi.

Bima Arya dan Achmad Ru'yat kini saling bersiteru karena mengklaim menang pemilihan berdasarkan hitung cepat yang dilakukan tim masing-masing. Pasangan Achmad Ru'yat-Aim Halim mengklaim menang satu putaran dengan perolehan suara sebesar 35,2 persen, sementara pasangan Bima Arya-Usmar Hariman memperoleh suara 31,8 persen. Sementara tim Bima Arya-Usmar Hariman mengumumkan keunggulannya dari empat cawalkot lainnya. Dari hitung cepat yang dilakukan, Bima Arya-Usmar Hariman unggul dengan 35,0 persen suara sementara pasangan Ru'yat-Aim dengan 33,1 persen.

Kericuhan bertambah karena KPUD Kota Bogor menunda penghitungan di tingkat kelurahan. Penundaan dinilai sangat menguntungkan Ru'yat-Aim yang didukung Walikota Bogor dua periode, Diani Budiarto.[dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Iran Tak Terima Dituding Langgar Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:21

Riak Penolakan Jokowi di Lampung, Baliho Sambutan Raib

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:01

Ramai di Medsos, Purbaya Respons Pajak Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:59

Ajukan Kasasi, Kerry Riza Anggap Putusan PT DKI Janggal

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:46

Harga Minyak Anjlok ke Level 71 Dolar AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:39

bank bjb Perluas Kolaborasi dengan Whuush Ojol, Kadin Jabar dan MUJ

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:38

AS Serang Target Militer Iran, Balas Serangan Drone terhadap Kapal Kargo di Selat Hormuz

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:21

Emas Antam Naik Usai Mandek Dua Hari Beruntun

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:09

Trump Sebut Iran Lakukan Pelanggaran Bodoh Terkait Pelanggaran Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:51

Emas Rebound 1,3 Persen usai Data Inflasi AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:33

Selengkapnya