Berita

Muhajir Utomo/net

Politik

Gerindra: Rencana Pembelian Lahan Peternakan Sapi di Australia Salah Besar

SELASA, 17 SEPTEMBER 2013 | 15:29 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pemerintah dalam hal ini Kementerian BUMN diminta membatalkan rencana pembelian lahan peternakan sapi di Australia. Rencana tersebut, katanya, salah besar dan hanya akan menimbulkan ketergantungan Indonesia akan sapi Australia.

"Rencana Pemerintah untuk membeli lahan di Australia untuk pembiakkan bibit sapi dapat menimbulkan ketergantungan Indonesia akan sapi bakalan Australia dan memupus peluang Indonesia untuk mengembangkan teknologi rekayasa genetika sapi. Saya khawatir ini merupakan akal-akalan Australia dan pengusaha kita saja," ujar anggota Dewan Pakar Partai Gerindra Prof. Dr. Muhajir Utomo dalam keterangan pers yang diterima redaksi, Selasa (17/9).

Seperti diketahui, Pemerintah melalui Kementerian BUMN berencana untuk membeli 1 juta hektar lahan di Australia untuk peternakan sapi. Lahan tersebut akan digunakan untuk proses pembiakkan sapi. Sapi yang telah lahir beberapa bulan kemudian akan langsung dikirim ke Indonesia untuk proses penggemukan.


Alasan pemilihan lahan di Australia seperti disampaikan Menteri BUMN adalah kandungan mineral yang terdapat di padang rumput Australia jauh lebih bagus ketimbang kandungan mineral yang ada di padang rumput Indonesia. Selain itu, biaya yang dikeluarkan jika proses melahirkan sapi dilakukan di Australia, akan jauh lebih murah daripada di Indonesia.

Menurut Prof. Muhajir, tidak benar padang rumput secara inherent Australia lebih tinggi nutrisinya dibanding padang rumput di Indonesia. Ekosistem Indonesia timur, NTT misalnya, mirip Australia utara yang beriklim tropis.

"Untuk memperoleh padang rumput kaya nutrisi dapat dilakukan pemupukan, begitu pula dengan yang dilakukan Australia. Lebih baik kita maksimalkan padang rumput yang kita miliki untuk pengembangan ternak.”

Untuk itu katanya, pengembangan lahan ternak jauh lebih baik jika dikembangkan di negara sendiri, dana yang besar untuk pembelian lahan di Australia lebih baik digunakan untuk pengembangan ternak sapi hulu dan hilir di lahan yang kita miliki. "Semoga para pemimpin kita berpikir visioner dan kebijakannya selalu didukung pengetahuan yang memadai," harap Prof. Muhajir. [dem]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya