Berita

Politik

Alasan Gerindra Tolak Kebijakan Mobil Murah

SELASA, 17 SEPTEMBER 2013 | 14:55 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Partai Gerindra menolak kebijakan pemerintah mengijinkan hadirnya low cost green car (LCGC) alias mobil murah. Bagi partai besutan mantan Danjen Kopassus Prabowo Subianto itu, pemerintah tidak melihat permasalahan tentang mobil murah dengan perspektif yang lebih luas dalam kepentingan transportasi publik.
 
Kebijakan pemerintah pusat mendukung hadirnya mobil murah, bertentangan dengan upaya yang dilakukan pemerintah daerah seperti DKI Jakarta dalam mengurangi penggunaan mobil pribadi yang menyebabkan kemacetan. Pemerintah DKI Jakarta, antara lain, sedang menjalankan program peremajaan Kopaja dan Metromini, penambahan armada TransJakarta, pembangunan MRT, pengadaan bus pariwisata bertingkat, dan rencana sinergi tiket tunggal untuk seluruh moda transportasi publik.

"Sisi lain yang diabaikan oleh pemerintah dan menteri perindustrian adalah dimensi sosial akibat kebijakan mobil murah. Kebijakan tersebut hanya akan membuat infrastuktur jalan didominasi oleh kendaraan pribadi, dan itu akan mengakibatkan pengguna transportasi publik tersingkir," begitu kicauan di akun resmi milik Partai Gerindra, @Gerindra, Selasa (17/9).


Alih-alih ingin membuat masyarakat memiliki kendaraan dengan murah, kebijakan mobil murah akan membuat masalah baru dalam struktur sosial kota. Kebijakan tersebut akan membuat ruang kota menjadi kontestatif antara pemilik kendaraan pribadi dengan pengguna transportasi publik.

"Seharusnya pemerintah dapat melihat, sebelum adanya kebijakan tersebut, masyarakat kita sudah berlomba-lomba memiliki mobil. Karena dalam pemikiran masyarakat kita mobil dianggap sebagai simbol sosial ekonomi," begitu kicauan lanjut dari @Gerindra.

Kebijakan mobil murah, juga akan melahirkan kelompok sosial baru yang sering disebut dengan 'Orang Kaya Baru' (OKB). Seharusnya pemerintah sadar bahwa masalah yang dihadapi Jakarta dan kota-kota lain sudahlah cukup rumit dan belum terselesaikan.

"Apapun alasannya pengadaan mobil murah hanya akan menambah Jakarta dan kota-kota lain semakin sesak dengan kendaraan pribadi." [dem]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya