Berita

Politik

Rusuh Pilwalkot Bogor, KPU Pusat Harus Ambil Kendali

SELASA, 17 SEPTEMBER 2013 | 02:12 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Saling klaim antara pasangan calon Walikota dan Walikota Bogor Achmad Ru'yat-Aim Halim dan Bima Arya-Usmar Hariman terhadap hasil Pemilihan Walikota Bogor hingga menimbulkan kondisi 'rusuh' dinilai aneh. Apalagi, tanpa alasan jelas, Komisi Pemilihan Umum Kota Bogor menunda pleno penghitungan suara di seluruh kecamatan.

"Saya pikir, situasi sepanas itu tidak pernah diperhitungkan oleh KPU sehingga dua pasang calon yang sedang bertarung dalam pesta demokrasi harus sampai-sampai 'berkelahi' tanpa wasit. KPUD Kota Bogor harusnya jadi wasit," ujar Ketua Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW), Junisab Akbar, kepada wartawan di Jakarta, Senin (16/9).

Status Kota Bogor sampai siaga satu pasca pilwalkot, menurut Junisab, menjadi bukti kegagalan KPUD. Karena KPUD Kota Bogor gagal mengantisipasi hal itu, Junisab menyarankan KPU Pusat harus segera mengendalikannya sebab tanggungjawab mutlak sesuai Undang-undang atas penyelenggaraan pemilihan menjadi beban mereka.


"Lagian, jika terjadi apa-apa toh nama KPU pusat kok yang akan cacat karena perilaku KPUD Kota Bogor," tutupnya.

Seperti diketahui, pasangan Achmad Ru'yat-Aim Halim mengklaim berdasarkan hitung cepat yang dilakukan timnya menang satu putaran dengan perolehan suara sebesar 35,2 persen, sementara pasangan Bima Arya-Usmar Hariman memperoleh suara 31,8 persen.

Sementara perhitungan tim Bima Arya-Usmar Hariman mengumumkan keunggulannya dari empat cawalkot lainnya. Dari hitung cepat yang dilakukan, Bima Arya-Usmar Hariman unggul dengan 35,0 persen suara sementara pasangan Ru'yat-Aim dengan 33,1 persen.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Lurah Cengkareng Barat Dilaporkan ke Polisi Buntut Putusan KIP

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:36

Menteri Pigai Sebut Penyelesaian Konflik Papua Butuh Keputusan Nasional

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:25

Prabowo Diminta Segera Bentuk Satgas Penyelundupan BBL

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:56

Segera Dibentuk Satgas Anti-Kekerasan Pesantren

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:35

Tata Kelola SDA Era Prabowo Disebut Berpihak ke Rakyat

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:10

Ribuan Bobotoh Turun ke Jalan, Purwakarta Berubah Jadi Lautan Biru

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:42

Lonjakan Gila Minyakita Rapor Merah Zulkifli Hasan

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:12

PKS Ingin Cetak Pemimpin Berbasis Iman, Bukan Sekadar Kejar Kursi

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:32

Dalam Lindungan Aktor Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:59

BNI dan Kementerian PKP Sosialisasi Kresit Perumahan di Brebes

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:34

Selengkapnya