Berita

Politik

Heriandi: Data DPT Sebaiknya Tunggal agar Tidak Ruwet

SABTU, 14 SEPTEMBER 2013 | 10:29 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sebaiknya data pemilih tunggal dan mengikuti data e-KTP. Bila ini dilakukan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pasti benar dan tidak akan ruwet.

Demikian pendapat Wakil Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jakarta, Heriandi, dalam perbincangan dengan redaksi beberapa waat lalu (Sabtu pagi, 14/9).

Heriandi menyoroti ketidakakuratan data DPT. Dia mencontohkan Kecamatan Penjaringan. Menurutnya baru segelintir warga yang terdaftar sebagai pemilih di tempat itu. Belum lagi ada kesalahan pendataan yang membuat nama seseorang berada di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tidak semestinya, atau bahkan terdaftar di dua TPS yang berbeda.


"Nama saya ada di TPS 21 Kelurahan Kamal Muara dan TPS Kelurahan Tambora. Padahal saya sudah mengikuti pemutakhiran data di Kkelurahan Kamal Muara," ujarnya.

"Ini contoh yang terdaftar ganda. Bahkan ada yang tidak terdaftar sama sekali," sambung pria Tionghoa ini.

Heriandi juga menyoroti kenyataan bahwa banyak warga di daerah Jakarta Utara yang belum mendapatkan akses pembuatan akta kelahiran.

"Warga miskin Kecamatan Penjaringan, misalnya. Ternyata, masih banyak anak sulit sekolah karena belum mempunyai akta lahir," katanya menekankan agar pembuatan akta kelahiran dipusatkan di setiap kecamatan seperti yang diamanatkan UU 23/2006 tentang Administrasi dan Kependudukan.

"Warga kesulitan jika harus ke dinas pencatatan sipil yang jauh dari tempat tinggal mereka. Transportasi mahal, belum lagi ada pungli untuk pembuatan akta," masih kata Heriandi. [dem]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya