Berita

ist

Kesehatan

YLBHI: KJS tak mampu menangani penyakit mematikan, SBY harus turun tangan

SABTU, 25 MEI 2013 | 20:26 WIB | LAPORAN:

RMOL.Masih ingat "koin untuk Bilqis"? Bilqis menderita Atresia Bilier tahun 2010, lalu Nyfara yang akhirnya wafat pada tahun 2013 karena menderita Atresia Bilier. Bersyukur, publik masih memberikkan kepedulian terhadap kedua anak tersebut. Arresia Billler adalah penyakit dimana saluran empedu tidak terbentuk sempurna atau tidak terbentuk sama sekali.

Menurut Direktur Advokasi dan Kampanye, Bahrain, data terakhir menunjukkan setidaknya ada 400 penderita Artesia Billier per tahun. Bahrain menerangkan bahwa ada sekitar sekitar 70 anak penderita Atresia Billier di RSCM dan dua anak di Rumah Sakit Adam Malik, Sumatera Utara. Menurut Bahrain mereka tidak mampu menanggung biaya operasi 800 juta rupiah. Padahal mereka sudah mendapat potongan dari rumah sakit dan askes. Namun, tetap saja uang sebanyak Rp 300 juta masih sulit untuk mereka dapatkan.

Terdapat beberapa anak penderita penyakit mematikan yang bahkan kasusnya tidak diperhatikan sama sekali, salah satunya adalah Rasya Aprilllia. Rasya menurut keterangan ibunya saat ini masih dirawat di RSCM.


"Walau memegang Kartu Jakarta Sehat (KJS) tapi pengobatan Rasya masih mendapat kesulitan karena mahal biayanya," tegas Hera, ibunda Rasya saat konferensi pers di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jakarta,Sabtu (25/5).

Bahrain pun mempertanyakan kemana tanggung jawab negara untuk memenuhi hak atas kesehatan warganya. "Minimnya sosialisasi penyakit Atresia Billier yang nyaris tidak ada perhatian membuat penderita lebih banyak yang meninggal dunia dari pada yang selamat,"kata Bahrain.

Sesuai pasal 28 H angka 1 UUD 1945, YLBHI meminta tanggung jawab negara untuk melaksanakan tanggung jawab negara. Dalam hal ini, YLBHI meminta presiden SBY untuk menjalankan amanah konstitusi agar memberikan layanan kesehatan yang baik dan benar.

"SBY harus ambil tindakan nyata atas WNI yang alami pendertia Atresia Billier agar dapat kurangi angka kematian yang telah terjadi selama ini,"ujar Bahrain.[trg]


Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Songsong Pembalap Muda Menuju Pentas Dunia

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:56

Catatan Hari Pelaut Sedunia 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:34

284 Petembak Siap Bertarung dalam Kejurnas Menembak ISSF 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:17

Lembaga Peradilan Khusus Pemilu Perlu Dibentuk Demi Wujudkan Keadilan

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:50

Pembangunan Hotel Prima Katulampa Harus Dihentikan, Ini Sebabnya

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:30

Mahasiswa dan Dalang

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:10

Kejati Sultra Geledah Rumah Bos Tambang hingga Rujab Wabup Kolaka

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:48

PDIP yang Overthinking, Bukan Pemerintah yang Panik

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:32

Kemensos Mulai Operasikan Dua SR Permanen di Pasuruan Bulan Depan

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:16

PDIP Desak Wapres Gibran Klarifikasi Soal "Uang Sogok" ke Mahasiswa UBK

Selasa, 23 Juni 2026 | 22:45

Selengkapnya