Berita

velix wanggai/ist

Politik

Velix Jelaskan Mengapa SBY Mudah Dicap Lamban dan Peragu

RABU, 08 MEI 2013 | 15:06 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Gaya memimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendapat pembelaan. Stigma peragu atau lamban yang diberikan publik kepadanya dinilai tak sepenuhnya benar.

Staf Khusus Presiden Bidang Pembangunan dan Otonomi Daerah, Velix Wanggai, menyatakan, SBY melangkah dalam gaya dan kebijakan sesuai kewenangan yang dimiliki. Pemaparan disampaikan putra Papua itu dalam Seminar Nasional bertajuk "Menilai Kebijakan Pembangunan Era Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono" di Auditorium FISIP, Kampus Moestopo, Jalan Hang Lekir I, Tanah Abang, Jakarta Pusat,  pada Rabu (8/5).

Velix menjelaskan empat karakter pemerintahan era reformasi yang membuat SBY mesti lebih berhati-hati. Pertama, distribusi kewenangan ke lembaga lain seperti MK, MPR/DPR/DPD, KPK, dan lembaga negara lainnya.


Kedua, Presiden memimpin di era multi partai, tidak lagi ada hegemoni partai tertentu seperti di Orde Baru. Terbangun tradisi oposisi dan tradisi koalisi dalam konteks parlemen.

"Ketiga, konteks bagaimana mengelola style di era bukan sentralistik, tapi di era desentralistik di mana kekuasaan dibagi ke gubernur dan bupati. Ada hubungan fiskal pusat dan daerah. Ada policy tertentu di daerah yang ada di luar wewenang presiden," terang Velix.

Masih menurut dia, tidak ada lagi partai yang mendominasi politik di daerah. Maka pemerintah mesti pintar mengelola pemerintahan yang penuh warna politik.

"Sebagai pemimpin negara mayoritas Islam yang berasas demokrasi, SBY mesti bisa mengelola antara religious life, development and democracy. Makanya saya katakan Presiden tidak bergerak di ruang hampa. Akhirnya, presiden dibilang lambat dan ragu-ragu," ucapnya.

Presiden pun mesti hati-hati dalam menetapkan UU atau Keputusan Presiden karena lembaga seperti Mahkamah Konstitusi berwenang membatalakannya jika regulasi tersebut bertentangan dengan UUD.

"Kalau ada pembatalan-pembatalan UU atau Keppres, itu menyinggung kewibawaan presiden," ungkapnya.

"Presiden mesti juga pertimbangkan political games, komunikasi antar parpol. Misalnya, dalam reshuffle kabinet ia pertimbangkan komposisi koalisi dan distribusi kekuasaan," paparnya. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Purbaya Bakal Bahas Layer Baru Cukai Rokok Oktober, Pengusaha Ilegal Siap-Siap

Sabtu, 05 September 2026 | 20:23

Kasus Tahura Singlurus Pintu Masuk, Koptasi Minta Selisih LHV Batubara SSS Diusut

Sabtu, 05 September 2026 | 20:20

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

Gen Z Antusias, Ribuan Anak Muda Padati LFF 2026 Sejak Pagi

Sabtu, 05 September 2026 | 19:44

Menhut Perkuat Penyelamatan Satwa Liar di Tengah Karhutla Kalteng

Sabtu, 05 September 2026 | 19:28

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Putusan Banding yang Meringankan di Kasus Andrie Yunus

Sabtu, 05 September 2026 | 19:13

OMC Berhasil Datangkan Hujan, KLH Pastikan Karhutla di Kalbar dan Kalteng Terkendali

Sabtu, 05 September 2026 | 19:00

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Ini Sejarah Letusannya

Sabtu, 05 September 2026 | 18:46

BAIK Bangkit dari Suspensi, Siapkan Jurus Pulihkan Kinerja

Sabtu, 05 September 2026 | 18:46

Kemenhut Siapkan Call Center Rescue 24 Jam Tangani Satwa Liar Terdampak Karhutla

Sabtu, 05 September 2026 | 18:37

Selengkapnya