Berita

ilustrasi

Nusantara

Kasus Tukar Guling Janggal, KKRI Bakal Periksa Penyidik Kejati Jateng

RABU, 01 MEI 2013 | 15:10 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Tersangka kasus dugaan korupsi tukar guling (ruislag) tanah aset Pemprov Jawa Tengah di Kabupaten Semarang yang juga Mantan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Semarang, M. Thoriq, mendatangi kantor Komisi Kejaksaan RI (KKRI), Jakarta, Rabu (1/5).

Kedatangan Thoriq bersama tim kuasa hukum ke kantor KKRI, Jalan Rambai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, untuk melaporkan ketidakprofesionalan jaksa pada Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah saat menyidik kasus dugaan korupsi tersebut.

"Ini lapdu (laporan pengaduan) dari kasus yang sedang ditangani Kejati Jateng, ruislag tanah milik pemda. Tersangka bersama para lawyer-nya mengatakan penyidik tidak profesional, tebang pilih dan melakukan penerapan hukum yang tidak tepat," kata Ketua KKRI, Halius Hosein, dalam pernyataan tertulis kepada wartawan.


Pelapor menilai jaksa tak tepat menerapkan pasal yang disangkakan kepada para tersangka. 

"Pasalnya lain, materinya lain. Itu kan sudah penyimpangan," imbuhnya.

Halius memastikan bakal segera meminta penjelasan dari penyidik Kejati Jateng yang menangani kasus tersebut. Kroscek diperlukan untuk mencocokkan kebenaran laporan yang dilayangkan Thoriq.

"Mekanismenya lapdu akan kami bahas dan kami akan tentukan sikap. Tapi kami merasa perlu meminta keterangan dari penyidik di kejaksaan tinggi," pungkasnya.

Diketahui bahwa dalam kasus ini tujuh orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka yang ditahan yaitu Karyono (swasta), Wimbo Cahyono (pensiunan Kepala Bidang Pengukuran Kanwil BPN DIY) dan Yudi Riarso (Kepala Bidang Pengukuran Kanwil BPN DKI Jakarta).

Empat orang lainya adalah  Sri Handayani (Komisaris I PT Handayani Membangun),  M Thoriq (mantan Kepala BPN Kabupaten Semarang), Priyantono Djarot Nugroho (mantan pejabat Dinas Cipta Karya Pemprov Jateng), dan Rustamaji (broker, swasta). Dari semuanya, baru Djarot yang berada di sel karena tersangkut kasus lain.

Kasus ruislag tanah terjadi pada 2005 lalu. Djarot yang tidak dalam kapasitas mengurus tanah milik pemprov menyuruh Rustamaji dan Karyono menjual tanah seluas 31 ribu meter persegi kepada pengusaha. Cara penjualan dengan tukar guling, tanah itu ditukar dengan tanah seluas 42 ribu meter persegi di Kalongan, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang.
 
Nilai tanah hasil ruislag ternyata rendah. Hanya 10 ribu meter persegi yang bisa dimanfaatkan, sisanya berupa tebing. Untuk tanah yang bisa dimanfaatkan, di beberapa titik sudah dibangun perumahan. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Purbaya Bakal Bahas Layer Baru Cukai Rokok Oktober, Pengusaha Ilegal Siap-Siap

Sabtu, 05 September 2026 | 20:23

Kasus Tahura Singlurus Pintu Masuk, Koptasi Minta Selisih LHV Batubara SSS Diusut

Sabtu, 05 September 2026 | 20:20

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

Gen Z Antusias, Ribuan Anak Muda Padati LFF 2026 Sejak Pagi

Sabtu, 05 September 2026 | 19:44

Menhut Perkuat Penyelamatan Satwa Liar di Tengah Karhutla Kalteng

Sabtu, 05 September 2026 | 19:28

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Putusan Banding yang Meringankan di Kasus Andrie Yunus

Sabtu, 05 September 2026 | 19:13

OMC Berhasil Datangkan Hujan, KLH Pastikan Karhutla di Kalbar dan Kalteng Terkendali

Sabtu, 05 September 2026 | 19:00

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Ini Sejarah Letusannya

Sabtu, 05 September 2026 | 18:46

BAIK Bangkit dari Suspensi, Siapkan Jurus Pulihkan Kinerja

Sabtu, 05 September 2026 | 18:46

Kemenhut Siapkan Call Center Rescue 24 Jam Tangani Satwa Liar Terdampak Karhutla

Sabtu, 05 September 2026 | 18:37

Selengkapnya