Berita

Politik

PPP Jelaskan Alasan Mengapa Menteri Dilarang Nyaleg

SABTU, 13 APRIL 2013 | 12:43 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) melarang menterinya mendaftar sebagai calon legislatif untuk Pemilu 2014. Di kabinet saat ini, PPP mempunyai dua jatah menteri yang diduduki Suryadharma Ali (Menteri Agama) dan Djan Faridz (Menteri Perumahan Rakyat ).

"Kami tidak ingin konsentrasi menteri terpecah. Bayangkan, ada 18 menteri asal parpol dari 35 menteri kabinet. Kalau mereka nyaleg, maka yang mereka pikirkan nantinya cuma Dapil bukan Indonesia," kata Sekjen PPP, M. Romahurmuziy, dalam sebuah diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (13/4).

PPP juga tidak mau dua menterinya terjerat pelanggaran UU terkait masa cuti.


"Sebagai menteri akan berapa kali mereka cuti? Nanti dilarang UU ngga kalau melampaui hari tertentu?" jelas Ketua Komisi IV DPR itu.

Terakhir, PPP ingin memberikan suatu pembelajaran politik baru sekaligus regenerasi kader untuk menduduki kursi parlemen.

Di sisi lain, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Demokrat telah terang-terangan menyatakan para menterinya akan mencoba untuk melanjutkan karir politik di DPR-RI lewat Pemilu 2014.

Sementara, Partai Golkar sebagai bagian dari pemerintah, sudah menetapkan bahwa tiga menterinya di kabinet tidak akan mencalonkan diri masuk DPR. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Purbaya Bakal Bahas Layer Baru Cukai Rokok Oktober, Pengusaha Ilegal Siap-Siap

Sabtu, 05 September 2026 | 20:23

Kasus Tahura Singlurus Pintu Masuk, Koptasi Minta Selisih LHV Batubara SSS Diusut

Sabtu, 05 September 2026 | 20:20

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

Gen Z Antusias, Ribuan Anak Muda Padati LFF 2026 Sejak Pagi

Sabtu, 05 September 2026 | 19:44

Menhut Perkuat Penyelamatan Satwa Liar di Tengah Karhutla Kalteng

Sabtu, 05 September 2026 | 19:28

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Putusan Banding yang Meringankan di Kasus Andrie Yunus

Sabtu, 05 September 2026 | 19:13

OMC Berhasil Datangkan Hujan, KLH Pastikan Karhutla di Kalbar dan Kalteng Terkendali

Sabtu, 05 September 2026 | 19:00

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Ini Sejarah Letusannya

Sabtu, 05 September 2026 | 18:46

BAIK Bangkit dari Suspensi, Siapkan Jurus Pulihkan Kinerja

Sabtu, 05 September 2026 | 18:46

Kemenhut Siapkan Call Center Rescue 24 Jam Tangani Satwa Liar Terdampak Karhutla

Sabtu, 05 September 2026 | 18:37

Selengkapnya