Berita

Siti Noor Laila/ist

Politik

PEMBANTAIAN LP CEBONGAN

Jangan Bikin Runyam, Ketua Komnas HAM Harus Buktikan Pernyataannya

SABTU, 13 APRIL 2013 | 09:18 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Ketua Komnas HAM, Siti Noor Laila, menyampaikan kesimpulan awal dari investigasi yang dilakukan oleh timnya, yang menegaskan ada pelanggaran HAM dalam kasus penyerangan penjara Cebongan, Sleman.

Noor Laila juga mengatakan, penganiayaan hingga tewas kepada anggota TNI AD, Serka Heru Santoso, yang terjadi di Hugo's Cafe merupakan tindak kriminal biasa. Sedangkan, penyerangan oleh sembilan anggota Kopassus ke LP Cebongan dilakukan institusi negara.

Kepada wartawan (Sabtu pagi, 13/4), Wakil Ketua Komisi I DPR, Mayjen (Purn) TB Hasanuddin, mengatakan, dengan pernyataan yang kemudian dapat diartikan bahwa yang melakukan penyerangan ke Cebongan tersebut diduga sebagai institusi negara, maka pasal yang tercantum dalam UU 39/1999  tentang HAM menjadi terpenuhi.


Tapi, TB Hasanuddin melontarkan sejumlah pertanyaan mendasar untuk pembuktian pernyataan kesimpulan awal dari Ketua Komnas HAM itu.

Apakah benar bahwa kasus penyerangan LP Cebongan ada yang mengorganisir? Apakah benar ada perintah dari atasan para anggota Kopassus? Kemudian, apakah benar atasannya itu mendapat perintah dari atasannya lagi sesuai hirarki? Apakah benar penggunaan alat atau perlengkapan dan senjata itu legal seizin negara atau TNI? Apakah benar tugas menyerbu itu merupakan tugas dari negara atau dalam rangka mendukung kebijakan negara?

"Ketua Komnas HAM harus membuktikan semuanya parameter dan indikasi tersebut. Kalau tidak mampu membuktikan, pernyataan dari kesimpulan awal itu hanya akan membingungkan masyarakat dan menambah runyamnya situasi politik saat ini," tegas TB. [ald]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya