Berita

Tempat Tidur Siswa Polisi Lebih Buruk dari Pengungsi

SELASA, 29 JANUARI 2013 | 07:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Selain masalah makanan yang memprihatinkan, kondisi yang sangat buruk terlihat pula dari fasilitas tidur calon polisi di Sekolah Polisi Negara (SPN).Tempat tidur dan kasurnya sangat tidak layak, lebih buruk dari kamp pengungsi korban banjir.


"Fasilitas pengajaran tak kalah memprihatinkan. Dari 27 SPN di seluruh Indonesia 65 persen kondisinya sangat tidak layak," ujar Ketua Presidium IPW Neta S. Pane pagi ini (Selasa, 29/1).

Berkaitan dengan itu IPW mengimbau Mabes Polri dan Komisi III DPR memperhatikan kondisi ini. Elit-elit Polri dan DPR jangan hanya terjebak pada politik anggaran menara gading yang tidak membumi bagi kepentingan jajaran bawah kepolisian.

Berkaitan dengan itu IPW mengimbau Mabes Polri dan Komisi III DPR memperhatikan kondisi ini. Elit-elit Polri dan DPR jangan hanya terjebak pada politik anggaran menara gading yang tidak membumi bagi kepentingan jajaran bawah kepolisian.

IPW mendesak Presiden peduli dengan kondisi ini begitu juga Kapolri. Sehingga proyek Pemanfaatan Optimalisasi Untuk Penguatan Sarana Prasarana (POUPSP) Polri tahun 2013 senilai Rp 1,8 triliun direvisi total dan 75 persen di antaranya diarahkan kepada pembenahan fasilitas
jajaran bawah Polri.

"Antara lain membenahi fasilitas dan gizi siswa SPN. Jika tidak, bangsa ini harus siap-siap menerima polisi-polisi masa depan yang kurang gizi, rawan terkena penyakit dan rendah intelektual," tandas Neta.[zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya