Berita

Hary-Tanoesoedibjo

Semua Biaya Operasional Partai Nasdem Ditanggung Hary Tanoe

SABTU, 26 JANUARI 2013 | 16:35 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Selama aktif di Partai Nasdem, Hary Tanoe disebutkan menggelontorkan dana sebesar Rp 200 miliar untuk membangun dan mendanai partai yang mengusung slogan perubahan tersebut.

Betulkah demikian?

"Soal uang memang bisa dikatakan semua (biaya) operasional partai di pusat sampai daerah, kita kasih. (Biaya) rutinitas tiap bulan, aktivitas kantor, baru setiap biaya operasional pengurus ke daerah-daerah. Jadi itulah yang dilakukan," ujar Jurubicara Hary Tanoe, Arya Sinulingga, saat berbincang dengan Rakyat Merdeka Online (Sabtu, 26/1) menanggapi pernyataan Surya Paloh.


Dalam jumpa pers di sela-sela Kongres Partai Nasdem di JCC, Senayan, Jakarta, tadi malam, Surya Paloh menegaskan Partai Nasdem tidak terpengaruh pada keluarnya Hary Tanoe. Karena kontribusi keuangan Bos MNC Grup itu selama ini juga kecil.

Tak hanya itu, masih kata Arya, Partai Nasdem punya program santunan Rp 1 juta untuk anggota yang meninggal dunia. "Itu kita semua yang tanggulangi," jelasnya.

Begitu juga program pelatihan Garda Pemuda Nasdem termasuk pelaksaan Apel Siaga yang melibatkan 30 ribu kader Garda Pemuda Nasdem di silang Monas, Jakarta pada acara peringatan Hari Pancasila Juni 2012. Semuanya dibiayai Hary Tanoe.

"Ingat nggak hari Pancasila di Monas ada 30 ribu pasukan. Itu ada 13 angkatan. Setiap angkatan sekitar 2 ribuan orang. Semua itu sampai seragam kita tanggulangi. Kau hitung saja berapa itu," ungkapnya.

Dia menjelaskan, Hary Tanoe mau menggelontorkan dana karena dia sudah menjadi aktivis politik. Aktivis politik tidak lagi berpikir berapa dana yang dikeluarkan.

"Berbeda sebagai pengusaha sebagai penyumbang di partai. Dia (pengusaha) akan hitung-hitungan. Dia akan bantu tapi seadanya saja. Pada umumnya pengusaha seperti itu. Semua partai kalau ada proposal akan dia bantu. Tapi kalau aktivis politik, dia tidak akan berpikir berapapun dana yang dia keluarkan untuk tujuan idealismenya," tandasnya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya