Berita

surya paloh

Inilah Dua Orang yang Berhak Memutuskan Surya Paloh Jadi Ketua Umum Nasdem

JUMAT, 25 JANUARI 2013 | 15:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Sesuai aturan, permintaan para pengurus DPW Provinsi Partai Nasdem agar Surya Paloh menjadi Ketua Umum diserahkan kepada Majelis Tinggi. Majelis Tinggi kemudian rapat di sela-sela kongres nanti malam, lalu memutuskan meminta kesediaan Bos Media Grup itu menduduki kursi ketum yang saat ini dijabat Rio Capella.

Ketua Steering Committee Kongres Partai Nasdem Sugeng Suparwoto menjelaskan nama Majelis Tinggi merujuk pada AD/ART Partai Nasdem yang lama, meski namanya sempat berubah menjadi Majelis Nasional Partai.

"Waktu itu dikeluarkan keputusan mengganti nama Majelis Tinggi menjadi Majelis Nasional Partai. Yang (anggotanya) berjumlah sembilan orang," ujar Sugeng kepada Rakyat Merdeka Online (Jumat, 25/1).


Sembilan anggota MNP itu adalah Surya Paloh (ketua), Hary Tanoe, Jeffrie Geovanie (sekretaris), Rio Capella, Ahmad Rofiq, Jafar Assegaf, Rosano Barack, Sugeng Suparwoto, dan Djan Darmadi.

"Tetapi hasil rapat Majelis Nasional kemarin meminta agar Majelis Nasional Partai dibubarkan dan kembali ke AD/ART semula. Yakni dengan nama Majelis Tinggi," sambung Wakil Ketua Umum DPP Partai Nasdem ini.

Sugeng menjelaskan, ada tiga orang anggota Majelis Tinggi. Yaitu, Ketua Umum Nasdem saat ini, Rio Capella, Sekjen DPP Partai Nasdem Ahmad Rofiq, dan Sugeng sendiri selaku Wakil Ketua Umum DPP Partai Nasdem.

Bukankah Ahmad Rofiq sudah mundur?

"Tapi kan masih ada dua orang lagi, masih memenuhi dua per tiga. Kan segala pengambilan keputusan, dua per tiga," demikian Sugeng.[zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya