Berita

andi arief

Pemerintah AS Berterimakasih atas Update Informasi Potensi Bencana dari Kantor Andi Arief

JUMAT, 25 JANUARI 2013 | 15:42 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pemerintah Amerika Serikat prihatin atas bencana banjir yang melanda Jakarta.  Karena itu, pemerintahan Paman Saman itu berharap Jakarta dapat segera pulih.

Selain itu, Pemerintah Barack Obama itu juga mengungkapkan terimakasih kepada Pemerintah Indonesia, yang telah mengumumkan informasi secara berkala tentang potensi bencana, termasuk banjir, sehingga pihaknya dapat dengan baik menghadapi kejadian banjir tersebut, termasuk melakukan proses evakuasi kepada Warga Negara AS di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung Direktur ICITAP Pemerintah Amerika Serikat di Indonesia, Gerald H Heueet, dalam pertemuan dengan Kantor Staf Khusus Presiden Indonesia Bidang Bantuan Sosial dan Bencana Alam, Rabu (23/1) malam.


“Informasi potensi Bencana dari Pak Andi (Andi Arief, Staf Khusus Presiden) terus kami ikuti dan kami distribusikan kepada WN AS di Indonesia melalui Kedubes AS,” ungkap Heueet.

Selain itu, Heueet juga mengungkapkan bahwa Duta Besar Amerika Serikat Scot Marciel juga berterimakasih karena dengan adanya peringatan potensi banjir tersebut. Pihaknya dapat menyelamatkan semua WN AS di Indonesia, juga aset-aset vital yang dimiliki.

“Dubes telah mengungkapkan simpati kepada warga Indonesia yang menderita akibat banjir ini. Pemerintah AS juga siap membantu dan itu sudah kami sampaikan ke Gubernur Jakarta,” demikian Heueet.

Pemerintah Amerika dalam program ICITAP di bawah Departemen Kehakiman Amerika Serikat dengan fasilitasi Kedubes AS di Jakarta, sejak tahun 2010 telah bekerja sama dengan Kantor Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana Alam menyelenggarakan pelatihan penggunaan Standar Sistem Manajemen Keadaan Darurat (SSMKD) dalam penanggulangan bencana.

Program pelatihan yang diselenggarakan dalam beberapa gelombang tersebut telah diikuti oleh perwakilan instansi pusat, daerah, BUMN, Universitas dan Organisasi Kerelawanan. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya