Berita

marwan jafar

Marwan Jafar: Tak Pernah jadi Aktivis NU, AS Hikam 'Kutu Loncat'

JUMAT, 25 JANUARI 2013 | 07:26 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ketua Fraksi PKB Marwan Jafar membantah pernyataan AS Hikam bahwa pihaknya memuji almarhum Abdurrahman Wahid terkait Pemilihan Umum 2014. Gus Dur, sapaan mantan Presiden RI, mantan Ketua Umum PBNU, serta mantan Ketua Dewan Syuro DPP PKB itu memang layak diapresiasi.

"Gus Dur itu guru kita semua. Guru bangsa, sangat layak kita apresiasi dan hormati. Hikam itu nggak pernah menjadi aktivis NU. Kami ini aktivis NU sejak muda sampai sekarang, termasuk bekerja untuk membesarkan PKB. Karena satu-satunya parpol yang didirikan oleh NU," tegas Marwan kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Jumat, 25/1).

"Gus Dur itu yang mengkader kita sejak muda. Kalau dia (Hikam) kan 'kader salon' tiba-tiba datang di PKB dan nggak pernah menjadi aktivis NU," sambung Marwan.


Karena itu, Marwan menilai pernyataan Hikam bahwa Gus Dur memang dibutuhkan Muhaimin Iskandar Cs tapi lalu dijatuhkan setelah tak dibutuhkan adalah ngawur. Bagi Marwan, Hikam mengungkapkan itu karena tidak paham urusan PKB dan NU.

"Dia tidak paham kultur dan konstelasi internal NU dan PKB. Kami ini yang kader asli, dan Cak Imin sebagai komandan anak-anak muda NU sebagai penggerak di PKB dan NU. Dia itu termasuk orang yang sakit hati dan sebagai benalu saja di PKB dan NU," sergah Marwan.

Makanya, sambung Marwan, Hikam, yang pernah jadi Menristek era Pemerintahan Gus Dur sudah di luar NU dan PKB. Malah sudah pernah pindah ke partai lain. "Pernah di PKB dan ke partai lain dan pernah menjadi caleg partai lain. Namanya kan kutu loncat, tidak konsisten sikap politiknya," tandas Marwan. [zul

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya