Berita

meutia hafidz/ist

Politik

Tantowi Yahya Yakin Meutya Hafid Tak akan Pindah ke Nasdem

KAMIS, 24 JANUARI 2013 | 17:03 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

DPP Partai Golkar yakin tidak akan ada kadernya yang mengikuti langkah Enggartiarto Lukita. Enggar, anggota Komisi I DPR dari Partai Golkar, memutuskan pindah ke Partai Nasdem.

"Nggaklah. Golkar banyak banget kader bagus," ujar Jurubicara DPP Golkar Tantowi Yahya kepada Rakyat Merdeka Online Kamis, (24/1).

Termasuk, ungkap Tantowi, anggota Komisi I DPR Meutya Hafid tidak akan hengkang ke partai besutan Surya Paloh tersebut. Mantan reporter Metro TV itu, jelas Tantowi, sudah menyampaikan kepada pers bahwa dia akan maju lagi di Pemilu 2014 melalui Golkar.


Tapi apakah Meutya Hafid sudah menyampaikan itu ke DPP Golkar?

"Sepertinya sudah. Karena dia sudah mengikuti program orientasi yang merupakan persyaratan mutlak untuk menjadi caleg," tandas Tantowi, yang juga anggota Komisi I DPR ini.

Sebelumnya, dalam siaran persnya, Meutya menyatakan tidak akan pindah partai dan ingin lebih fokus menjalani tugasnya sebagai anggota dewan. "Tugas dan posisi saya saat ini sebagai anggota DPR belum selesai. Saya ingin fokus menjalankan amanah konstitusi yang diberikan kepada saya. Dengan demikian tidak betul dugaan saya pindah partai," ujar Meutya.

Dia berharap bisa fokus dan meminta agar isu soal perpindahaan partai segera hilang. Meski begitu dia tidak menampik memiliki kedekatan dengan Nasdem termasuk dengan Surya Paloh, yang ia anggap sebagai orangtua dan mentor.

"Mereka yang tergabung dalam ormas maupun Partai Nasdem pun banyak yang merupakan sahabat-sahabat saya. Tapi untuk partai, saya harus tegas, hitam putih, bahwa untuk menyelesaikan amanah sebagai anggota DPR, saya tidak mungkin pindah partai," imbuh Meutya, seraya menepis penegasannya itu terkait dengan kisruh di Partai Nasdem. [Zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya