Berita

taufik kiemas/ist

PILPRES 2014

Penentuan Calon Presiden dari PDIP Bisa Lewat Konvensi

KAMIS, 24 JANUARI 2013 | 15:55 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pembicaraan mengenai siapa tokoh yang akan dicalonkan PDI Perjuangan dalam Pilpres 2014 mendatang harus segera dilakukan. Semakin cepat semakin baik. Bila terlalu lama wacana ini dibiarkan, publik, terutama kader serta simpatisan PDIP akan bimbang, dan pada gilirannya ini akan merugikan PDIP.

Semakin lama membiarkan wacana ini, peluang PDIP merebut kembali kemenangan bisa sirna.

Demikian disampaikan dosen politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Teguh Santosa, dalam perbincangan di Jakarta, siang ini (Kamis, 24/1).


Teguh mengingatkan, setidaknya sudah dua kali tokoh senior PDIP Taufik Kiemas meminta agar Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang juga istrinya tidak mencalonkan diri lagi dalam pemilihan presiden. Pertama pada pertengahan tahun lalu menjelang pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Kedua kemarin di gedung DPR RI.

"Pendapat Taufik Kiemas patut diapresiasi. Sebagai Ketua MPR RI beliau tampaknya dapat melihat dari sudut kepentingan bangsa dan negara. Indonesia memang membutuhkan kaderisasi. PDIP sebagai salah satu partai besar harus berani mengambil inisiatif memulai hal itu," ujar Teguh.

Teguh menyarankan PDIP untuk menggelar konvensi. Tokoh-tokoh dari luar PDIP yang memiliki konsistensi pemikiran dan perjuangan seperti yang dimiliki PDIP juga dapat mengikuti konvensi itu. Pimpinan PDIP di level provinsi dan kabupaten/kota juga perlu dilibatkan untuk menentukan capres.

"Nanti mereka ini bisa dibawa keliling ke pengurus-pengurus PDIP di daerah. Selain untuk memperkenalkan bakal capres, kegiatan ini juga menjadi mekanisme internal untuk membangun soliditas dan kohesivitas partai dari level terendah hingga ke pusat di Jakarta," ujar Teguh lagi. [zul]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya