Berita

Endriartono SUTARTO

Pemilihan Ketum Nasdem harus Demokratis

KAMIS, 24 JANUARI 2013 | 15:25 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Barisan kelompok tua hanya menjadikan Surya Paloh sebagai kuda troya untuk menghabisi Hary Tanoe. Karena itulah, kelompok tua ini berkoar-koar kalau Nasdem mau besar harus dipimpin Bos Media Grup tersebut.

"Jelas saja supaya mereka dapat dukungan (dari Surya Paloh)," ujar pengamat politik Boni Hargens kepada Rakyat Merdeka Online  (Kamis, 24/1).

Meski begitu, pengajar FISIP Universitas Indonesia tidak yakin dengan apa yang sering disebutkan oleh kelompok tua tersebut bahwa jabatan ketua umum yang saat ini diduduki Rio Capella akan diserahkan begitu saja kepada Surya Paloh dalam Kongres Nasdem yang akan digelar besok.

"Saya yakin mereka akan kembali kepada mekanisme demokrasi, dimana untuk menjadi ketua umum akan ditentukan oleh pemilihan. Itu jelas," ungkapnya.


Karena itu dia yakin dengan apa yang disampaikan anggota Dewan Pembina Partai Nasdem Jenderal (purn) Endriartono Sutarto bahwa penentuan siapa yang akan jadi ketua umum akan digelar secara demokratis. "Pernyataan Endriartono itu benar. Mereka harus lewati cara demokratis. Itu tidak bisa mereka hindari," jelasnya.

Anda yakin akan ada pemilihan secara demokratis?

"Saya pikir memang harus begitu kalau Nasdem tetap mau kelihatan demokratis di mata publik. Parta ini jadi besar karena visi-misi, sosoknya yang betul-betul alternatif, baru, memiliki visi kepemimpinan yang khas, anak muda. Tapi kalau tiba-tiba diambil alih seperti ini, nanti nasibnya akan sama dengan partai pentolan Golkar lainnya," ungkapnya.

Sebelumnya, Endriartono Sutarto mengatakan, posisi ketua umum apakah diganti atau tidak tergantung hasil kongres. “Tergantung hasil kongres nan­ti ya. Kita tunggu saja," kata bekas Penglima TNI itu.[zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya