Berita

Prof. Bahtiar Effendy

Tak Dirawat, Warga Muhammadiyah Tinggalkan PAN

RABU, 23 JANUARI 2013 | 16:36 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Empat dari sepuluh partai peserta pemilihan umum 2014 adalah partai Islam (PKS dan PPP) dan berbasis massa Islam (PAN dan PKB). Keempat partai tersebut mempunyai basis massa Islam sesuai dengan karakteristik masing-masing partai tersebut.

"Sudah jamak diketahui bahwa captive market PKS adalah jamaah-jamaah halaqoh yang mereka bangun selama ini," ujar Dekan Fisip UIN Jakarta, Prof. Bahtiar Effendy (Rabu, 23/).

Sementara PKB memang bukan partai Islam. Tapi, partai ini tidak bisa dilepaskan dari organisasi kemasyarakatan Nahdlatul Ulama, yang memang membidani partai yang saat ini dipimpin Muhaimin Iskandar tersebut.

"PKB, bagaimanapun juga, masih menempati tempat khusus di sebagian besar masyarakat NU," sambung Prof. Bahtiar, yang memperoleh PhD dalam bidang politik dari Ohio State University ini.

Akan halnya dengan PPP. Partai yang lambangnya berubah menjadi kabah setelah reformasi dari sebelumnya bintang ini memiliki basis massa Islam yang plural. Karena memang, PPP merupakan fusi dari partai-partai Islam, yang beragam pemikiran, pada masa Orde Baru.

"Sementara PPP, captive market mereka adalah aktivis partai Islam awal seperti NU, Masyumi, Perti, Syarikat Islam, dan beberapa ormas Islam lainnya," jelas Prof. Bahtiar.

Nah, yang paling sial adalah PAN. PAN yang didirikan oleh para tokoh Muhammadiyah dan pada awal pembentukannya bahkan menggunakan berbagai fasilitas ormas tersebut, justru seakan lupa kacang pada kulit.

"Persoalannya adalah PAN. Pada mulanya, PAN ini tulang punggung dan konstituen intinya adalah Muhammadiyah. Namun belakangan ini, captive market ini kelihatannya tidak dirawat dengan baik. Akibatnya, banyak warga Muhammadiyah yang tidak merasa menjadi bagian dari PAN," demikian Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PP Muhammadiyah periode 2000-2010 ini. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya