Berita

Endriartono Sutarto

Endriartono: Tak Ada Kompetisi Sesama Purnawirawan Jenderal

RABU, 23 JANUARI 2013 | 07:40 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Setiap purnawirawan TNI saat ini mempunyai hak yang sama dengan warga negara biasa. Seperti warga biasa, setiap purnawirawan punya hak untuk bergabung dengan partai manapun yang dia pikir pas dengan cita-cita atau ideologinya.

"Itu tidak ada larangan sama sekali," jelas mantan Panglima TNI Jenderal (TNI) Endriartono Sutarto kepada Rakyat Merdeka Online kemarin.

Karena itu, keberadaan purnawirawan saat ini sudah jauh berbeda dengan pada masa Orde Baru dulu.

"Jadi tidak seperti zaman dulu, purnawirawan itu bersatu merumuskan satu langkah ke depan seperti apa dan itu ditaati oleh semua purnawirawan. Tapi sekarang ini tidak begitu lagi," kata anggota Dewan Pembina Partai Nasdem ini.

Meski begitu, dia menampik ada kompetisi antara individu purnawirawan atau antarangkatan.

"Tidak kompetisi. Tapi lebih kepada bahwa setiap individu purnawirawan itu punya hak yang sama. Begitu saja," tandas jenderal bintang empat yang pernah jadi komisaris utama PT. Pertamina ini.

Jenderal Tarto, panggilannya, mengungkapkan itu saat dimintai pendapat pernyataan Presiden SbY yang disampaikan pada kuliah umum dengan tema Indonesia Democracy Outlook yang digelar Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta (Selasa, 15/1). Presiden SBY menyatakan dalam dunia demokrasi biasa terjadi antara dua pilihan; orangnya kuat atau sistemnya yang kuat. Dalam perspektif negatif, orang kuat (strong man) tidak kompatibel dengan kehidupan demokrasi.

"Orang kuat, apalagi itu menjadi diktator, akan memerintah dengan tangan besi dan menjalankan politik yang refresif," kata Presiden SBY sambil mengatakan bahwa ia lebih setuju membangun sistem dan institusi yang kuat daripada melahirkan orang yang kuat. 

Nah, sebagian pengamat menilai pernyataan SBY itu ditujukan kepada mantan Danjen Kopassus yang juga capres Partai Gerindra, Letjen (Purn) Prabowo Subianto. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya