Berita

dahnil anzar simanjuntak

Untuk Kepentingan Masa Depan, SBY Tak Perlu Takut Naikkan Harga BBM

SELASA, 22 JANUARI 2013 | 17:47 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Urgensi menaikkan harga BBM pada tahun 2013 ini bukan hanya sekedar alasan anatomi APBN tahun 2013 yang masih sangat tidak sehat dan tidak adil.


Diketahui, subsidi BBM mencapai 61,33%; sedangkan subsidi pangan hanya 5,44%; subsidi pupuk 5,03% dan subsidi benih 0,04% dari total dana subsidi sebesar Rp 316 triliun dalam APBN 2013

"Tetapi yang jauh lebih penting dipertimbangkan pemerintah adalah beban subsidi yang besar tersebut akan menyebabkan kesulitan bagi Indonesia di masa yang akan datang, baik secara fiskal maupun ketersediaan energi," jelas ekonom Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten, Dahnil Anzar Simanjuntak (Selasa, 22/1).

Dahnil meningatkan, menunda menaikkan harga BBM sampai tahun 2015 hanya akan memberikan beban dan masalah lebih pelik berkaitan dengan kapasitas fiskal dan sumber daya energi Indonesia dimasa yang akan datang.

"Maka saya berharap pemerintah berhenti berpikir miopik dan jangka pendek hanya demi kepentingan politik. Negeri ini harus memiliki masa depan yang lebih baik, dan penaikan BBM tahun ini adalah waktu yang paling tepat. Karena masyarakat sudah teredukasi pemahaman dengan debat-debat penaikan BBM yang batal tahun lalu," ungkap Dahnil.

Pemerintahan SBY tidak perlu takut dengan efek politik tak populis jelang tahun 2014. Justru dengan kebijakan menaikkan BBM tahun ini Pemerintahan SBY telah melakukan langkah positif bagi masa depan Indonesia dan akan dirasakan pemerintahan berikutnya.

"Jadi, semoga pemerintahan SBY bersedia mengubah cara berpikir yang miopik dan abai masa depan dengan cara berpikir dan berpikir atas nama masa depan, dan penaikan BBM tahun ini adalah salah satu kebijakan bertindak atas nama masa depan tersebut," tandasnya.[zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya