Berita

ist

Ramadhan Pohan Pastikan Isu Pencaplokan Pulau Semakau oleh Singapura Tak Benar

SELASA, 22 JANUARI 2013 | 15:26 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kabar soal adanya pengambilan Pulau Semakau yang berada di Kelurahan Basu, Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau oleh Singapura tidak benar.

Wakil Ketua Komisi I DPR Ramadhan Pohan telah mengecek langsung dan melakukan cek ganda ke instansi pemerintahan termasuk pejabat di Istana, pejabat di kantor Menkopolhukam, dan Dirjen Hukum dan Perjanjian Internasional.

"Tak ada pencaplokan Singapura atas Pulau Semakau wilayah Indonesia. Faktanya, ada Pulau Semakau wilayah RI dan ada wilayah Singapura. Namanya kebetulan sama, satu milik Singapura dan satunya milik Indonesia," ujar Ramadhan Selasa (22/1).

Selain itu, seperti dilansir JPNN, berdasarkan hasil verifikasi data yang diperoleh dari Dinas Hidro-Oseanografi (Dishidros) TNI-AL, Badan Informasi Geospasial, dan situs resmi Singapura hingga tanggal 18 Januari 2013, tidak diperoleh peta Singapura yang mencantumkan Pulau Semakau yang ada di Indonesia, masuk ke dalam wilayah Singapura.

Menurut Ramadhan, lokasi Pulau Semakau milik Indonesia dan Pulau Semakau milik Singapura terlampir. Dalam peta Singapura terdapat Pulau Semakau yang lokasinya berada di sisi dalam pulau-pulau terluar Singapura dan tidak terletak di luar batas Laut Wilayah yang telah disepakati melalui Perjanjian Batas Laut Wilayah RI-Singapura, yang telah ditandatangani di Jakarta, sejak tanggal 25 Mei 1973 dan diratifikasi melalui UU 7 Tahun 1973.

Rincian keberadaan Pulau Semakau yang berada di wilayah Indonesia dan Singapura berdasarkan Peta Laut Nomor 347 dan 348 yang dikeluarkan oleh Dishidros TNI AL serta peta OneMap Singapura yang diperoleh dari situs resmi Singapura (app.www.sg).

"Pulau Semakau (RI) yang merupakan bagian dari Kelurahan Basu, Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam berada di sebelah barat Pulau Batam dan di sebelah tenggara Singapura," papar dia.

Wakil Sekjen Partai Demokrat itu mengatakan, Pulau Semakau tersebut terdiri dari dua pulau kecil, yaitu Pulau Semakau Panjang posisi (1° 6’ 6,011” Lintang Utara (LU); 103° 49’ 22,78” Bujur Timur (BT)) yang terletak di 7,5 km di sebelah barat Pulau Batam.

"Berada di sisi dalam titik-titik terluar Indonesia di wilayah tersebut, yaitu Karang Helen (Titik Dasar 191A) dan Karang Benteng (Titik Dasar 191B) dan berjarak 7,4 km dari garis batas Laut Wilayah RI-Singapura," ucapnya.

Ramadhan juga menerangkan, Pulau Semakau Baru (posisi 1° 5’ 34,203” LU; 103° 49’ 58,217” BT) terletak 6,1 km di sebelah barat Pulau Batam. Berada di sisi dalam titik-titik terluar Indonesia di wilayah tersebut, yaitu Karang  Helen (Titik Dasar 191A) dan Karang Benteng (Titik Dasar 191B). "Berjarak 7,4 km dari garis batas Laut Wilayah RI-Singapura," jelasnya.

Pulau Semakau yang merupakan bagian dari wilayah Singapura berada di sebelah barat laut Pulau Batam dan di sebelah selatan Singapura dengan posisi 1° 12’ 22,214” LU; 103° 45’ 36,407” BT. Dan peta OneMap Singapura yang diperoleh dari situs resmi Singapura (app.www.sg) hingga tanggal 18 Januari 2013 tidak memasukkan Pulau Semakau (RI).

"Dalam situs tersebut juga diperoleh keterangan mengenai wilayah Singapura yang terletak di antara 1° 09’ LU - 1° 29’  LU; 103° 36’ BT - 104° 25’ BT. Keseluruhan lokasi koordinat tersebut tidak mencakup Pulau Semakau (RI)," kata Ramadhan.

Ramadhan sangat menyesalkan adanya penyebaran informasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab di media, termasuk di jejaring sosial Twitter. "Mestinya segala sesuatu dicek dulu, jangan langsung di-blow-up dan bahkan ditambah-tambah isu yang mendiskreditkan pemerintah," pungkas Ramadhan. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya