Berita

Diintimidasi, Ketua DPW Nasdem Jabar Juga Pilih Mundur

SELASA, 22 JANUARI 2013 | 09:21 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL.  Ketua DPW Partai Nasdem Jawa Barat Rustam Effendi juga memutuskan mengundurkan diri. Meski menyakitkan, dia yakin itu adalah keputusan yang terbaik.

"Mulai semalam saya sudah menyatakan mundur. Itu pilihan terbaik buat saya dan menyakitkan juga karena sudah dua tahun saya bangun partai ini di Jawa Barat," ujarnya kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Selasa, 22/1).

Dia mundur karena tidak tahu apalagi yang akan 'dijual' kepada masyarakat. Jargon perubahan  yang selama ini digaungkan Nasdem hanya isapan jempol belaka.

"Perubahan bagaimana? Apa dari yang muda ke yang tua? Partai ini kelihatannya sudah bukan kesantunan lagi yang dibawa. Partai ini sudah melebihi brutal," ungkapnya.

Keputusannya ini bukan karena mengikuti langkah Hary Tanoe, yang juga resmi hengkang sejak kemarin.

"Saya sebenarnya sudah jauh-jauh hari sebelumnya menerima agitasi, teror. Sejak (Nasdem) lolos (sebagai peserta Pemilu) semakin kencang teror supaya saya mendukung Surya Paloh jadi ketua umum," jelasnya.

"Tapi kalau saya dibilang ikut Pak Hary Tanoe, boleh. Tapi saya secara pribadi, hati saya sudah tidak nyaman, ditambah teror secara fisik. Ini zaman mundur, masak kita begitu terus," tandasnya.

Dia mengakui banyak yang menyesalkan keputusan mundur tersebut. Hal itu diakui sendiri karena sudah bersama-sama selama dua tahun ini membangun Nasdem di Jawa Barat. Tapi, meski pahit, dia yakin keputusannya itu yang terbaik untuk dirinya dan keluarganya. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya