Berita

HT dan Rofiq Cs Mundur Bukti Partai Masih Setengah Hati Beri Ruang kepada Anak Muda

SELASA, 22 JANUARI 2013 | 07:55 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kisruh yang terjadi di partai politik satu tahun sebelum pelaksanaan Pemilihan Umum 2014 sungguh ironis. Apalagi hal tersebut terjadi Partai Nasdem yang baru berumur seumur jagung.

"Miris kita melihatnya," jelas Sekjen DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fahman Habibi (Selasa, 22/1).

Semakin disesalkan, kisruh yang terjadi di partai yang mengusung slogan perubahan itu justru memakan korban anak-anak muda.

"Melihat kasus mundurnya Ahmad Rofiq sebegai Sekjen dan Hary Tanoesoedibjo sebagai Ketua Dewan Pakar Partai Nasdem semakin memperjelas dan membuktikan bahwa partai-partai peserta pemilu 2014 masih terkesan setengah hati memberikan porsi atau peluang berperan kepada kaum muda dalam menghadapi pesta demokrasi di Indonesia," sambungnya.

Karena itu, jika ini dibiarkan, dikhawatirkan akan membuat bangsa ini kehilangan generasi di masa yang akan datang dan semangat kepemimpinan kaum muda akan tinggal cita-cita yang sulit terwujud.

"Berhubung masih ada waktu yang cukup lama untuk menjaring para pemilih, kami atas nama Dewan Pimpinan Pusat Ikatan mahasiswa Muhammadiyah meminta kepada  pimpinan partai politik untuk bersaing secara sehat dan memberikan contoh yang baik dan berani mendorong anak muda untuk tampil dan berkiprah di panggung politik," imbuhnya.

IMM juga mendorong pimpinan parpol peserta pemilu untuk memberikan kuota 40 persen bagi kaum muda sehingga terjadi regenerasi yang baik di negeri kita.

"Kami yakin jika hal tersebut dilakukan, partisipasi aktif para pemilih pemula pun akan semakin meningkat dan akan menjadikan Indonesia yang lebih baik di masa yang akan datang," demikian Fahman Habibi. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya