Berita

Endriartono SUTARTO

Jenderal Tarto: Orang Sekaliber Pak Hary Tanoe Seharusnya Memahami Perbedaan

SENIN, 21 JANUARI 2013 | 15:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Perbedaan pendapat dalam sebuah organisasi termasuk di partai politik adalah hal biasa. Tapi, mestinya perbedaan itu tidak menyebabkan perpecahan di antara sesama pengurus organisasi atau partai politik tersebut.

Demikian disampaikan anggota Dewan Pembina Partai Nasdem Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Senin, 21/1) menanggapi kemunduran Hary Tanoe dari Partai Nasdem.

"Buat orang sekaliber Pak Hary Tanoe, seharusnya memahami bahwa perbedaan pendapat itu bisa diselesaikan secara baik-baik. Tapi yang kita sayangkan,  beliau mengambil keputusan dengan cara mengundurkan diri," ujarnya.

"Pertanyaan saya, lantas bagaimana beliau berkiprah dalam program perubahan terhadap bangsa yang dicanangkan beliau ini kalau menyelesaikan permasalahan di internal partai tidak bisa juga beliau selesaikan secara baik-baik," tanyanya.

Padahal menurutnya, Partai Nasdem sudah menjunjung nilai-nilai pluralisme, yang mengakui kebhinnekaan di negeri ini. Nasdem tidak lagi memandang agama, etnik, muda atau tua seseorang. "Prinsip dasarnya adalah mari bersama-sama untuk bekerja melakukan satu perubahan untuk menuju Indonesia yang lebih baik," tandasnya.[zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya