Berita

Endriartono SUTARTO

Berbeda dengan SBY, Jenderal Endriartono Pastikan Tak Seorang Pun Saat Ini Bisa Otoriter

SENIN, 21 JANUARI 2013 | 13:23 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto tidak sepakat dengan Presiden SBY. Berbeda dengan SBY, Endriartono menyatakan bahwa saat ini tidak seorangpun bisa menjadi diktator dan otoriter bila memegang tampuk kekuasaan.

"Nggaklah kalau demokrasi itu sudah berjalan dengan benar. Kita ini sudah masuk dalam era demokrasi," ujar Endriartono Sutarto kepada Rakyat Merdeka Online (Senin, 21/1).

Dia menjelaskan, sekarang militer tidak memungkinkan lagi kembali seperti zaman Orde Baru. Masyarakat dipastikan akan kembali bergejolak kalau militer melakukan hal-hal yang tidak sejalan dengan demokrasi.

"Itu sudah dibuktikan pada tahun 1998. Kalau rakyat sudah turun, tidak ada yang bisa melawannya. Termasuk juga figur. Figur manapun dengan era sekarang ini sudah tidak bisa lagi berbuat otoriter. Karena sistem sudah berjalan, yaitu sistem demokrasi. Tinggal sekarang menurut saya, hukum harus ditegakkan," ungkap anggota Dewan Pembina Partai Nasdem tersebut.

Meski yakin saat ini tak mungkin orang jadi otoriter, Endriartono tak tahu kenapa sampai SBY menyatakan bahwa demokrasi bisa memunculkan orang kuat yang bisa menjadi diktator kalau memimpin.

"Waduh coba tanya Pak SBY. Saya kebetulan nggak diajak ngobrol sebelum beliau menyampaikan statemennya," kata Jenderal Tarto, panggilannya, sambil tertawa.

Saat menyampaikan kuliah umum dengan tema Indonesia Democracy Outlook yang digelar Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta (Selasa, 15/1),  Presiden SBY menyatakan dalam dunia demokrasi biasa terjadi antara dua pilihan; orangnya kuat atau sistemnya yang kuat. Dalam perspektif negatif, orang kuat (strong man) tidak kompatibel dengan kehidupan demokrasi.

"Orang kuat, apalagi itu menjadi diktator, akan memerintah dengan tangan besi dan menjalankan politik yang refresif," kata Presiden SBY sambil mengatakan bahwa ia lebih setuju membangun sistem dan institusi yang kuat daripada melahirkan orang yang kuat. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya