Berita

ENDRIARTONO SUTARTO

Jenderal Endriartono: Dalam Demokrasi Hukum yang Harus Kuat

SENIN, 21 JANUARI 2013 | 12:51 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Demokrasi memberikan keleluasaan kepada setiap warga negara untuk melakukan apapun yang diinginkan. Tetapi harus tetap sesuai aturan hukum. Makanya, dalam demokasi, penegakan hukum harus kuat.

"Sehingga begitu aturan dibuat dengan cara demokratis, setiap pelanggaran tindakan hukum harus dijalankan tanpa adanya diskriminasi terhadap siapapun," ujar mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto kepada Rakyat Merdeka Online (Senin, 21/1).

Dia mengungkapkan itu saat dimintai tanggapan atas pernyataan Presiden SBY saat menyampaikan kuliah umum dengan tema Indonesia Democracy Outlook yang digelar Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta (Selasa, 15/1).

Kata SBY, dalam dunia demokrasi biasa terjadi antara dua pilihan; orangnya kuat atau sistemnya yang kuat. Dalam perspektif negatif, orang kuat (strong man) tidak kompatibel dengan kehidupan demokrasi.

"Orang kuat, apalagi itu menjadi diktator, akan memerintah dengan tangan besi dan menjalankan politik yang refresif," kata Presiden SBY sambil mengatakan bahwa ia lebih setuju membangun sistem dan institusi yang kuat daripada melahirkan orang yang kuat.

Melanjutkan keterangannya, Endriartono menjelaskan, kalau hukum ditegakkan secara kuat, kebebasan yang ada pada demokrasi akan menjadi sehat. Karena kebebasan sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Tetapi kalau penegakan hukum itu tidak dijalankan dengan benar, dengan kuat, kebebasan menjadi tanpa batas yang sebetulnya itu tidak dikenal di negara demokrasi terhebat sekalipun di dunia ini," sambung anggota Dewan Pembina Partai Nasdem tersebut.

Saat ini apakah hukum sudah kuat?

"Mari kita lihat bersama-sama. Kalau ada kelompok mengintimidasi kelompok lain secara fisik hanya karena mereka merasa dirinya paling benar, ternyata negara tidak  mampu melindungi kepada kelompok yang diintimidasi, maka menurut saya hukum itu belum ditegakkan secara benar," jawabnya.[zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya