Berita

harry tanoe dan Surya Paloh/ist

Tak Sejalan dengan Surya Paloh, Hary Tanoe Dikabarkan Hengkang dari Nasdem

MINGGU, 20 JANUARI 2013 | 21:53 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Keretakan dan perpecahan di tubuh Partai Nasdem tampaknya benar-benar adanya. Karena pecah kongsi dua dedengkot DPP Partai Nasdem Surya Paloh dan Hary Tanoesudibjo sudah tak bisa terhindarkan lagi.

Bahkan, informasi yang diperoleh, Hary Tanoe, yang menjabat Ketua Dewan Pakar DPP Partai Nasdem sudah bulat akan hengkang dari partai yang ia masuki secara resmi pada November 2011 lalu. Pecahnya hubungan Hary Tanoe dengan Surya Paloh, Ketua Majelis Nasional DPP Partai Nasdem, karena perbedaan pendapat apakah kepengurusan DPP Partai Nasdem saat ini perlu dirombak atau tidak.

Hary Tanoe berpandangan bahwa Nasdem sebagai partai baru yang mengusung gerakan perubahan, tidak perlu melakukan perombakan kepengurusan. Duet Rio Capella sebagai Ketua Umum dan Ahmad Rofiq sebagai Sekjen harus dipertahankan. Karena merekalah the winning team. Dan tidak ada the winning team diganti saat memasuki final pertandingan.

"Apalagi mereka (Rio-Rofiq) adalah wajah baru di perpolitikan nasional," begitu dikatakan sumber Rakyat Merdeka Online malam ini (Minggu, 20/1).

Bos MNC Grup itu mempercayai bahwa justru karena Nasdem dipimpin orang-orang muda dan wajah baru di perpolitikan nasional lah yang membuat Nasdem melesat ke urutan 4 hampir di semua survei-survei nasional kepartaian.

Sementara Surya Paloh justru ingin merombak kepengurusan DPP Partai Nasdem. Bahkan bos Media Grup itu menginginkan jabatan ketua umum langsung berada di tangannya. "Inilah awal perbedaan (Surya Paloh-Hary Tanoe)," tekannya lagi.

Hary Tanoe disebutkan akan menggelar konferensi pers besok petang untuk menyampaikan keputusannya mengundurkan diri dari partai yang mengusung slogan perubahan tersebut. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya