Berita

ilustrasi

Prabowo: Jangan Politisasi Korban Banjir

JUMAT, 18 JANUARI 2013 | 20:16 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Seluruh warga maupun organisasi, baik politik ataupun kemasyarakatan diimbau tidak mempolitisasi korban banjir. Karena politisasi itu akan merusak niat dalam menjalankan peran sosial yang sesungguhnya.

Demikian disampaikan Sekjen DPP KNPI Bintang Prabowo di Posko Penanggulangan Bencana KNPI, Jatinegara Barat, Jakarta (Jumat, 18/1).

Karena menurutnya, memang sudah semestinya seluruh warga Ibukota bahu-membahu membantu warga yang tengah mengalami musibah banjir.

"Sudah kewajiban sesama anak bangsa saudara se-Tanah Air, kita saling membantu dan menolong. Tapi saya imbau agar pertolongan yang di berikan jangan disusupi oleh niat yang kurang baik seperti mencari popularitas apalagi dikaitkan dengan pemilu 2014. Janganlah korban musibah ini dipolitisasi," tegas Bintang.

Bintang menjelaskan, karena musibah banjir yang cukup besar, hingga hari ini, 15 ribu lebih warga terpaksa diungsikan dari tempat tinggalnya.

Hal ini terjadi karena luapan air kali Ciliwung, curah hujan yang tinggi, dampak dari badai yang melintas dari Benua Australia, dan minimnya resapan air di kawasan Puncak Bogor sehingga air hujan tersebut dengan mudah masuk membanjiri Ibukota.

"Kita sudah sering mengalami ini dan berulang-ulang. Saya kira kini saatnya yang tepat untuk melakukan perbaikan infrastruktur penunjang. Karena banyak sarana resapan yang sudah beralih fungsi," ungkapnya.

"Maka perlu dilakukan evaluasi dan perubahan signifikan terutama oleh pemerintah agar Jakarta bisa benar-benar bebas dari bencana banjir seperti yang sudah kesekian kali terjadi," tutup Bintang.[zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya