Berita

Razman Arif nasution

Jangan Pilih Politisi Busuk di 2014 Mendatang

JUMAT, 18 JANUARI 2013 | 16:29 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Partai politik peserta Pemilihan Umum 2014 mendatang harus memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada semua anak bangsa untuk mendaftar sebagai calon anggota legislatif. Partai juga tidak boleh membeda-bedakan antara kader partai dengan anggota masyarakat biasa yang mendaftar.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indonesian Constitutional Watch (Icon) Razman Arif Nasution kepada pers (Jumat, 18/1).

"Syaratnya kalau orang baru itu lebih bagus, lebih potensial dibanding kader partai. Karena orang baru itu diharapkan bisa memperbaiki partai dan DPR. Sebab dia selama ini tahu apa kelemahan partai dan DPR. Apalagi dia tidak terlibat dengan politik kotor selama ini," ujar Razman.

"Nah, apa yang dilakukan Gerindra itu sudah benar, membuka peluang yang sama kepada semua rakyat Indonesia untuk maju jadi caleg untuk DPR RI, DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota," sambungnya.

Razman mendorong agar partai mengajukan calon-calon legislatif yang berkualitas pada Pemilu 2014 nanti. Menurutnya, bukan saatnya lagi partai memasang artis kalau hanya sekadar dijadikan sebagai vote getter. "Meski memang ada juga artis yang bagus, seperti Anwar Fuadi. Dia layak itu jadi caleg," tekan Razman.

Termasuk, partai tidak perlu lagi mendorong para pensiunan TNI/Polri, mantan menteri dan mantan kepala daerah maju di Pileg.

Caleg yang berkualitas penting untuk tampil agar wajah Dewan periode 2014-2019 mendatang lebih bagus dari saat ini. Karena, kinerja anggota Dewan saat ini, terutama bidang pengawasan dan legislasi jeblok. "Setiap tahun kita amati, untuk produk UU yang pro rakyat, itu kecil. Sudahlah kecil, UU yang diterbitkan juga sedikit," ungkap inisiator Gerakan Menegakkan Kedaulatan Negara (GMKN) ini.

Selain itu, masih kata Razman, tingkat kehadiran anggota Dewan juga sungguh memprihatinkan. Selain malas, sering tidur, wakil rakyat kerap pelesiran ke luar negeri dengan dalih studi banding. Karena itu, menurut Razman, dari 560 anggota DPR, 75 persen di antaranya tidak layak untuk dipilih lagi kalau seandainya masih nyaleg di Pileg 2014 nanti.

"Saya minta jangan dipilih. Kita akan umumkan ke publik nanti siapa politisi-politisi kotor. Tapi persoalnnya mereka banyak duit. Makanya kita berharap rakyat tidak terpesona dengan banyaknya brosur, spanduk," tandas peserta diskusi Indonesia Lawyers Club TVOne ini. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya