Berita

ilustrasi

Disayangkan, Pemerintah Belum Punya Sistem Perlindungan Anak dalam Bencana

JUMAT, 18 JANUARI 2013 | 09:55 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pemerintah belum memiliki sistem perlindungan anak dalam bencana. Program penanggulangan bencana yang dilaksanakan pemerintah belum mencantumkan secara khusus perlindungan anak.

Ketika memantau lokasi pengungsian korban bajir dan berbincang-bincang dengan petugas BNPB di lokasi banjir, jelas Sekretaris KPAI, M Ihsan,  BNPB mengaku belum punya program khusus untuk anak.

Sehingga belum ada yang melakukan pendataan dan pemetaan secara khusus tentang situasi anak di lokasi bencana, mengidentifikasi kebutuhan anak, baik makanan, pempers, selimut dan sebagainya. Serta belum ada yang mengawasi anak-anak di lokasi pengungsian, kegiatan psikososial sehingga anak-anak dapat mengisi waktu luang di pengungsian.

"Padahal dalam survei lapangan terlihat bahwa anak adalah makhluk yang rentan menjadi korban karena fisiknya yang lemah, sehingga daya tahan terhadap cuaca, lapar, bermain di tempat berbahaya, pelecehan, kekerasan, kejahatan seksual dan penculikan," jelas Ihsan (Jumat, 18/1).

Apalagi, UUD dan UU Perlindungan Anak menjamin bahwa pemerintah dan masyarakat memberikan perlindungan khusus pada anak.

Dalam pemantauan Ihsan, saat ini ada program dan pendampingan pada anak di lokasi banjir. Tapi sifatnya spontanitas dan insidentil atau datang dan pergi, belum terprogram dan menetap sehingga selalu ada bersama anak-anak di lokasi bencana siang dan malam.

"Semoga penanganan banjir yang terjadi di Jakarta dapat segera menyediakan penanganan khusus untuk perlindungan anak melalui Kementerian Sosial,  Kesehatan, Pendidikan, BKKBN, Dinas Sosial, Kesehatan, Pendidikan dan melibatkan relawan serta semua unsur masyarakat. Semoga anak-anak mendapat perlindungan pada saat banjir dan setelah banjir," harapnya.

Karena itu dia mengharapkan, Pemerintah Pusat dan Pemda DKI Jakarta menyiapkan tim khusus untuk perlindungan anak untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan pada anak. Begitu juga masyarakat diharapkan berpartisipasi dalam melindungi anak pada situasi bencana. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya