Berita

Razman Arif nasution

Rakyat Miskin, Presiden Mendatang harus Tegas terhadap Asing

KAMIS, 17 JANUARI 2013 | 18:14 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Presiden Indonesia mendatang harus mempunyai komitmen yang kuat terhadap pengembangan dan pembangunan ekonomi kerakyatan. Untuk itu, para calon presiden yang akan berlaga pada pemilihan presiden 2014 harus berani berjanji akan melaksanakan isi pasal 33 UUD 1945 secara konsisten agar tak mudah diintervensi asing.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indonesian Constitutional Watch (Icon) Razman Arif Nasution (Kamis, 17/1).

"Ektremnya, nasionalisasi atau minimal renegosiasi semua kontrak karya dengan perusahaan-perusahaan asing itu. Karena bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya harus dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat," ujar Arif merujuk pada pasal 33 ayat 3 UUD 1945.

Bahkan menurut Razman, ke depan bunyi pasal 33 ayat 3 tersebut harus diamandemen. Karena kekayaan alam Indonesia tak cukup hanya dikuasai tapi juga harus dimiliki. "Kalau sudah dikuasai dan dimiliki, tidak bisa orang lain masuk lagi," jelas mantan anggota DPRD dua periode ini.

Razman menegaskan hal tersebut karena miris melihat persoalan kompleks yang dihadapi. Masalah energi, sumber daya alam yang dikuasai asing, hingga leluasanya berbagai komoditas seperti beras, garam, hingga kentang masuk ke dalam negeri. Akibatnya banyak petani jadi miskin karena produk mereka kalah bersaing dengan barang impor.

"Kalau ada negara maju, dan jadi kaya, kita  nggak heran. Ada negara miskin, tapi maju, seperti Singapura. Tapi sayangnya, ada negara kaya tapi miskin. Itulah Indonesia," keluh Razman, anggota Indonesia Lawyers Club ini.

Karena itu, Razman berharap, pada Pilpres 2014 mendatang, harus muncul pilihan rakyat yang terbaik. Menurutnya, ada dua cara agar tokoh terbaik terpilih dan akan memimpin Indonesia untuk lima tahun ke depan.

"Pertama, mari menghilangkan persepsi Jawa non-Jawa. Tak usah lagi dipersoalkan asal etnik suku dan budaya calon. Kedua hilangkan dikotomi militer dan sipil.  Yang penting, pilih pemimpin yang berkualitas, strong leadership, berwawasan kerakyatan. Di dalam hatinya ada rakyat. Kalau selama ini kan hanya di hati rakyat ada presiden," ungkapnya.

Agar tokoh-tokoh terbaik negeri ini bisa tampil pada Pilpres nanti, dia mengharapkan syarat partai untuk bisa mengajukan calon dipermudah. Menurutnya, partai yang memiliki 3,5 persen kursi di DPR bisa mencalonkan.

"Jadi tidak harus 20 persen. Supaya banyak capres alternatif," tandas inisiator Gerakan Menegakkan Kedaulatan Negara (GMKN) ini.  [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya